nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Horor Pungli di Macan Lindungan Palembang

Melly Puspita, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 09:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 12 337 2115957 horor-pungli-di-macan-lindungan-palembang-cROY6TOZ4p.jpg Horor Pungli di Macan Lindungan Palembang (Foto: Ist)

PALEMBANG - Maraknya aksi pungutan liar (pungli) berkedok pemalakan yang beroperasi di kawasan Macan Lindungan Palembang, Sumatera Selatan bukan hanya mengganggu para sopir truk maupun Pick-up.

Warga asli yang bermukim di kawasan Macan Lindungan ini pun merasa was-was karena takut para pemalak ini bisa mencelakai pengguna jalan lain yang melintas di kawasan tersebut.

Menurut Alwi Alim, Warga Macan Lindungan, memang preman jalanan tersebut memiliki target ke sopir truk namun, sebagai warga asli yang bermukim di Macan Lindungan kebanyakan warga menjadi khawatir.

Ilustrasi

"Mereka itu cuma memalak sopir truk, tapi kadang kalau lewat di sana (Perempatan Macan Lindungan) menjadi was-was takutnya mereka malah menyasar ke pengendara lain," ucap Alwi kepada Okezone.

Warga setempat menaruh harapan besar kepada pihak kepolisian untuk memperketat penjagaan di Macan Lindungan. Alasan ini cukup kuat, lantaran para pemalak ini tidak segan menggunakan senjata tajam saat beraksi.

"Kalau bisa ditingkatkan lagi pengawasan disana jadi pemalakan bisa dicegah, kami benar-benar khawatir. Dalam beberapa bulan ini saja sudah banyak yang ditangkap oleh pihak Kepolisian. Namun, karena cuma didata atau dinasehati dan sopir truk yang dipalak tidak melapor, pemalak ini kembali ke Macan Lindungan lagi," sambung Alwi.

Ilustrasi

Diketahui, kawasan Macan Lindungan Palembang, merupakan Jalan Lintas Timur, masuk dalam zona merah bagi para sopir truk atau pick-up. Beberapa bulan lalu terjadi penembakan diduga pemalak yang bernama Ridwan alias Dede hingga tewas oleh sopir truk yang merupakan anggota polisi.

Dede tewas dengan keadaan bersimbah darah dipinggir trotoar perempatan lampu merah Macan Lindungan. Hal ini membuat heboh pengguna jalan, bahkan sempat viral di media sosial.

Keluarga Dede melaporkan hal tersebut ke SPKT Polda Sumatera Selatan lantaran tak terima disebut sebagai pemalak. Namun, pelaku penembakan yakni Brigpol IP mengatakan saat kejadian Dede memaksa meminta sejumlah uang dengan senjata tajam.

Baik keluarga Dede dan Brigpol melaporkan hal tersebut dengan dalih sama-sama menjadi korban. Brigpol IP membuat laporan karena menjadi korban pemalakan dan melakukan penembakan untuk melindungi diri sedangkan keluarga korban melaporkan Brigpol IP karena pembunuhan.

Tidak hanya kasus tersebut, 26 September lalu Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel Subdit III Jatanras kembali menangkap dua orang pemalak yang melakukan pengrusakan terhadap truk.

Kejadian itu juga viral di sosial media, saat ditangkap salah satu pelaku yakni Muslim Hermanto (22) menangis tersedu-sedu di dalam mobil. Muslim ini merupakan pelaku yang merusak mobil truk dengan palu.

"Kernet truk itu kami mintain duit Rp 100 Ribu, nah sopir ini kasih duit Rp 10 Ribu, saat mau kasih uang itu ke saya dia malah mukul saya," ucap Muslim sambil tersedu-sedu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini