nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Korban Kerusuhan Wamena yang Selamat Usai Bersembunyi di Kandang Babi

Fathnur Rohman, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 11 337 2115870 cerita-korban-kerusuhan-wamena-yang-selamat-usai-bersembunyi-di-kandang-babi-PzznPOCAMp.jpg Korban selamat kerusuhan di Wamena, Wasinah (foto: Okezone.com/Fathur)

INDRAMAYU - Wasini (34) seorang pengungsi korban kerusuhan Wamena asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengaku berhasil selamat setelah bersembunyi di kandang babi selama tiga jam.

Dirinya mengungkapkan, ia dan suaminya Dimas Marseto (28), serta anak mereka yang berusia dua tahun bernama Sisil, menyaksikan langsung betapa mencekamnya suasana kerusuhan di Wamena, Papua beberapa waktu lalu.

Menurut penuturannya, ketika itu ia bersama dengan keluarga kecilnya berada di rumah kontrakannya di Jalan Pasar Jibama, Wamena. Di balik jendela, ia menyaksikan sejumlah massa merusak benda dan rumah milik warga luar papua. Setelah melihat hal tersebut ia pun panik, ia beserta keluarganya kemudian mencoba mencari tempat untuk sembunyi.

 Baca juga: Dialog dengan Tokoh Papua, Menhan Ryamizard : Kita Semua Bersaudara

Papua

Wasini dan keluarganya akhirnya memutuskan untuk bersembunyi di kandang babi yang berada di belakang rumahnya. Mereka pun kemudian melompat bersama masuk ke dalam kandang babi. Di kandang babi tersebut ada juga beberapa warga asal Subang yang ikut bersembunyi.

"Namanya juga ingin selamat, jadi asal bisa sembunyi saya langsung lompat ke kandang babi. Badan saya sampai bermandikan kotoran babi, " kata Wasini, Kamis (10/10/2019).

 Baca juga: Veronica Koman Bertemu Komisioner HAM PBB: Saya Cerita soal Papua dan Demo Mahasiswa

Dijelaskan Wasini, ketika bersembunyi di kandang babi, ia dan keluarganya harus menghabiskan waktu selama tiga jam untuk bertiarap pada kotoran babi. Ia hanya bisa pasrah dan berdoa agar bisa selamat. Mengingat saat itu massa sudah sangat beringas.

"Saya cuman bisa pasrah dan berdoa kepada yang maha kuasa, " sambungya.

Wasini menyebut, ketika kericuhan berlangsung, sejumlah massa membawa berbagai senjata seperti gergaji mesin, tombak dan sebagainya. Mereka, kata Wasini membunuh warga luar Papua.

Dirinya mengaku sangat beruntung, karena saat keadaan sudah terlihat sepi ada personel TNI melintas. Ia dan beserta keluarganya akhirnya diselamatkan dan dibawa ke Pos pengungsian 321.

"Ada tentara lewat dan kami dibawa ke Pos pengungsian 321," imbuhnya.

Papua

Akibat kericuhan itu, semua harta benda milik Warsini habis dijarah serta dirusak massa. Wasini menyampaikan, dirinya merasa senang karena bisa selamat dalam insiden tersebut.

"Saya masih trauma dan takut. Sekarang sih sepertinya belum bisa kembali ke sana," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini