nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diangkat Jadi Anak Suku Tabi, Menhan Tekankan Pentingnya Rajut Tali Persaudaraan di Papua

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 09:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 11 337 2115558 diangkat-jadi-anak-suku-tabi-menhan-tekankan-pentingnya-rajut-tali-persaudaraan-di-papua-KIlUYwWtRr.JPG Menhan RI, Ryamizard Ryacudu dalam kunjungan kerja ke Papua (Foto: Kemenhan RI)

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Ryamizard Ryacudu mendapat gelar adat Papua Wally dari suku Sentani, wilayah adat Mamta. Pemberian gelar sebagai anak suku Sentani itu diserahkan langsung oleh tetua adat suku Sentani, Ondoafi Ramses Ohee yang turut disaksikan oleh Dewan Adat Sentani (DAS) dan para Ondoafi di wilayah adat Mamta/Tabi.

Mantan KSAD di era Presiden Megawati itupun resmi diangkat menjadi anak adat dari Kampung Babrongko, Kabupaten. Jayapura, Papua. Ryamizard mengaku bangga dengan penobatan tersebut. Ia berjanji akan menjaga dan mempertahankan nama baik suku Tabi.

“Kepercayaan ini, merupakan hal yang harus dipertanggungjawabkan sampai kapanpun. Kepercayaan masyarakat suku Tabi kepada saya akan saya pertahankan dan saya akan berusaha untuk menjaga nama baik suku Tabi dan meningkatkan kebesaran suku Tabi,” kata dia, dalam siaran persnya, Jumat (11/10/2019).

Dalam kunjungannya ke Papua, Menhan juga menyerap aspirasi dari tokoh masyarakat di 7 wilayah adat Papua. Dirinya meminta masyarakat di Bumi Cenderawasih lebih mengutamakan dialog dan tidak mudah terprovokasi serta tetap memegang teguh ideologi Pancasila.

“Saya juga menyampaikan pesan perdamaian dari Presiden Jokowi betapa pentingnya perdamaian dan merajut tali persaudaraan di Papua,” sambung Ryamizard.

Menhan menegaskan bahwa Pancasila dan NKRI adalah harga mati. Ia lantas mengutip pernyataan Kepala Suku Adat Tabi, Ramses Ohee yang menyebut bahwa Papua dalam bingkai NKRI tak bisa ditawar lagi. Bila ada pihak yang ngotot menginginkan Papua referendum, maka akan berhadapan dengan PBB.

Menhan Ryamizard Ryacudu

“Saya berterima kasih kepada ikrar pemuda yang begitu luar biasa dan ini adalah contoh yang benar bagaimana anak-anak dari Papua berikrar bahwasanya Pancasila dan NKRI harga mati dan ini tidak bisa tawar-tawar lagi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Menhan beserta rombongan menyempatkan diri mengunjungi para pengungsi korban kerusuhan Wamena di beberapa lokasi penampungan. Ia juga menandatangani prasasti Tugu Bela Negara sekaligus Tugu Peringatan penobatan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Wally sebagai anak suku Sentani, wilayah adat Tabi/Mamta.

Sementara itu, pengamat militer Mufti Makaarim memuji cara Menhan meredam gejolak di Tanah Papua. Menurutnya, kunjungan Menhan ke Papua dalam rangka mendengar aspirasi tokoh dan masyarakat Papua sangat positif.

Terlebih lanjut Mufti, kunjungan itu juga diwarnai kegiatan simbolik 'perikatan keluarga' dengan mengangkat Menhan sebagai sebagai bagian dari marga Wally dari wilayah adat Mamta, Papua.

"Perikatan simbolik ini memiliki dua makna mendalam, yaitu 'pengakuan' persaudaraan Nusantara tanpa sekat wilayah dan suku dari masyarakat Papua kepada Menhan, yang ini dilakukan dengan tulus oleh masyarakat Papua yang memandang Menhan sebagai bagian dari mereka, sesama bangsa Indonesia," kata dia.

Makna kedua sambung dia, ialah pengakuan bahwa kehadiran Menhan sebagai simbol kehadiran negara sangat diterima di hati masyarakat Papua. Masyarakat Papua pun mengapresiasi dengan menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka dan rasa percaya bahwa pemerintah yang direpresentasikan oleh Menhan bisa mendengar, menerima dan akan mewujudkan mimpi mereka.

"Kunjungan penting Menhan yang pernah menyatakan mewakafkan hidupnya bagi NKRI ini mengungkapkan fakta bahwa konflik dan kerusuhan yang selalu dimunculkan di Papua adalah upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah NKRI dan merusak citra masyarakat Papua yang notabene mencintai Indonesia sebagaimana masyarakat di wilayah lainnya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini