nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penggunaan Pisau dalam Penyerangan Wiranto Menunjukkan Perubahan Pola Teroris

Jum'at 11 Oktober 2019 08:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 11 337 2115543 penggunaan-pisau-dalam-penyerangan-wiranto-menunjukkan-perubahan-pola-teroris-2GZbzgv0ug.jpg Menko Polhukam Wiranto sebelum menjadi korban penusukan. (Foto: Ist)

PENGAMAT terorisme Stanis Riyanta menilai penggunaan pisau dalam penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Kamis 10 Oktober 2019 siang, menunjukkan perubahan pola jaringan terorisme di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, teror yang awalnya cenderung dilakukan kelompok besar, kini lebih sering dilakukan kelompok kecil, bahkan individual (lone wolf).

"Kalau kelompok besar mereka punya sumber daya besar. Kalau tidak punya sumber daya, mereka akan melakukan aksi apa pun, yang penting tuntutan ideologinya tercapai," ujar Stanis, sebagaimana dikutip dari BBC Indonesia, Jumat (11/10/2019).

Hasil pemeriksaan polisi, pelaku pertama diketahui bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31). Abu Rara tercatat sebagai warga Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Sedangkan pelaku kedua yakni Fitri Andriana binti Sunarto (21) yang berstatus istri Abu Rara. Ia merupakan warga Desa Sitanggal, Kecamatam Karangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Mensesneg dan Seskab Koordinasikan Pengamanan Pejabat 

Kurang dari satu jam setelah peristiwa itu, Polri mengambil kesimpulan bahwa para pelaku terpengaruh ideologi radikal ISIS. Dasar argumen tersebut adalah ciri serangan simpatisan ISIS yang kerap menargetkan pejabat pemerintah.

"Mereka menganggap anggota Polri, pejabat publik, khususnya pejabat pemerintah, itu sebagai thoghut atau musuh," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada BBC Indonesia.

"Pejabat itu yang mengancam keberadaan mereka," ujarnya.

Baca juga: Tujuh Fakta Penusukan Wiranto oleh Terduga Teroris Jaringan ISIS 

Kepada pers di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan Abu Rara merupakan anggota kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Ia mengungkapkan, polisi kini juga tengah berupaya mengejar anggota JAD lain yang berkaitan dengan terorisme.

"Kami sudah mengidentifikasi bahwa pelaku berasal dari kelompok JAD Bekasi. Abu Rara awalnya dari JAD Kediri, lalu pindah ke Bogor."

"Setelah cerai dengan istri pertama, dia pindah ke Menes. Dia difasilitasi seseorang bernama Abu Samsudin untuk tinggal di sana," papar Budi.

"Dari awal kami mendeteksi kelompok JAD ingin membuat instabilitas dengan melakukan amaliah, termasuk Abu Rara," tuturnya.

Wiranto berada di Pandeglang untuk meresmikan Gedung Kuliah Bersama Universitas Mathla'ul Anwar. Berdasarkan kronologi yang dipaparkan Brigjen Dedi Prasetyo, serangan terhadap Wiranto terjadi usai seremonial tersebut.

Saat itu Wiranto dan rombongan pejabat setempat baru saja tiba di Alun-Alun Kecamatan Menes. Tidak lama berselang, dua penyerang mendekat dan berusaha melukai Wiranto.

Selain Wiranto, penyerang juga disebut melukai Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, seorang ajudan Danrem, dan pengurus Mathlaul Anwar bernama Fuad Syauqi.

"Dari hasil pemeriksaan sementara kita sudah bisa menganalisis (bahwa penyerang terpapar ISIS)," kata Dedi.

"Kami sedang mendalami tentang jejaring mereka, apakah termasuk jaringan yang terstruktur atau hanya terpapar paham radikalisme saja," ucapnya.

Lokasi penusukan Wiranto. (Foto: BBC Indonesia)

Setelah kejadian, Wiranto yang terluka di bagian perut sempat dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang. Kemudian ia dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta menggunakan helikopter.

Sejumlah pejabat negara menjenguk Wiranto di rumah sakit milik TNI Angkatan Darat itu, termasuk Presiden Joko Widodo. Kepala Negara mengatakan Wiranto menjalani operasi begitu tiba di RSPAD.

Dalam sesi jumpa pers, Jokowi meminta aparat keamanan mengusut tuntas peristiwa ini. "Saya juga perintahkan kepada Kapolri, Kepala BIN, didukung TNI untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku dan seluruh jaringan yang terkait peristiwa tadi siang," ucapnya.

Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir memperkirakan keduanya baru dua bulan tinggal di Kampung Sawah, Desa Menes, Pandeglang.

Ia mengatakan, Abu Rara awalnya menusukkan belati ke arah Wiranto, namun justru mengenai ajudan Komandan Korem 064/Maulana Yusuf (MY). Setelah itu Abu Rara melukai Fuad Syauqi.

Penusukan Wiranto di Pandeglang, Banten. (Foto: Ist)

Tidak lama setelahnya, Fitri Andriana ikut menerobos penjagaan, namun berhasil dihentikan oleh Kapolsek Kasemen AKP Cuaib.

"Yang laki-laki (menusuk menggunakan) belati, perempuan (menusuk menggunakan) gunting," kata Tomsi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini