nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demokrat Pasrah soal Jatah Menteri dari Jokowi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 09:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 11 337 2115527 demokrat-pasrah-soal-jatah-menteri-dari-jokowi-VaTF5Bdbih.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyerahkan sepenuhnya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi)‎ soal jatah kursi menteri untuk partainya. Partai Demokrat pasrah terkait diterima atau tidaknya dalam susunan kabinet Jokowi - Ma'ruf Amin lima tahun kedepan.

"Soal Demokrat masuk ke kabinet atau tidak, biarlah itu sepenuhnya kembali ke Pak Jokowi ya," kata Jansen Sitindaon kepada Okezone, Jumat (11/10/2019).

Menurut Jansen, pembentukan kabinet kerja merupakan kewenangan mutlak Presiden Jokowi. Partai Demokrat mempersilahkan Jokowi untuk menentukan kabinet kerjanya lima tahun kedepan dengan tenang.

Baca Juga: Pertemuan Jokowi-SBY Bahas Peluang Demokrat Gabung Kabinet

"Marilah kita beri beliau ketenangan dalam memilih para pembantunya 5 tahun kedepan. Agar dapat lahir kabinet yang terbaik untuk negeri ini. Kalau kabinetnya baik, kinerjarnya baik, yang diuntungkan juga kan kita semua. Semua bangsa ini," ucapnya.

Kendati demikian, kata Jansen, Partai Demokrat akan tetap mendukung pemerintahan Jokowi lima tahun kedepan meskipun nantinya tidak masuk dalam kabinet kerja. ‎Hal itu, sambungnya, sesuai dengan arahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya pada 9 September 2019.

SBY-Jokowi

"Soal-soal lain apakah akan ada kader Partai Demokrat yang masuk kabinet, biarlah itu sepenuhnya berpulang ke pak Jokowi. Kalau ada yang beliau rasa pantas dan punya kapasitas untuk membantu beliau, tentu kami siap," kata Jansen.

"Tapi sekali lagi saya tegaskan kami partai Demokrat tidak ingin ikut terlibat dalam soal soal polemik kabinet ini, biarlah itu sepenuhnya kita percayakan ke pak Jokowi untuk mengambil keputusan," imbuhnya.

Sekadar informasi, Ketum Partai Demokrat, SBY bertemu dengan Presiden Jokowi‎ di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 10 Oktober 2019. Jokowi mengatakan bahwa pertemuan itu hanya membahas situasi politik dan nasional.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini