nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa Magnitudo 5,2 di Kota Ambon Telan Korban Jiwa

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 20:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 337 2115416 gempa-magnitudo-5-2-di-kota-ambon-telan-korban-jiwa-Uci1Xw9hC1.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Kota Ambon diguncang gempa Magnitudo 5,2, sekira pukul 11.39 WIB, akibat gempa tersebut dikabarkan satu orang tewas dan dua orang luka-luka.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pusat gempa berada pada jarak 16 km arah timur laut Kota Ambon dengan kedalaman 10 km. Gempa tersebut telah menewaskan seorang warga.

"Satu orang meninggal dunia di wilayah Passo dan 2 orang luka-luka. Korban meninggal atas nama Vincent Ananto (15) dan korban luka-luka yaitu Vido Maitimu (21) dan Kristian (36)," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangannya, Kamis (10/10/2019).

 Baca juga: Gempa Kembali Guncang Ambon, Kali Ini Pusatnya di Darat

Gempa tersebut juga telah membuat beberapa kerusakan seperti rumah dan sekolahan.

"Sebuah sekolah rusak berat di wilayah Perumnas, Kota Ambon. Di samping itu kerusakan juga terdapat di gedung musik Passo, Kecamatan Teluk Ambon, gedung IGD RKSD Nania dan sebuah pertokoan," sambungnya.

Kata dia, kerusakan signifikan terjadi di beberapa titik karena guncangan dari pusat gempa dangkal dan di darat. BMKG mengidentifikasi lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

 Baca juga: Dalam Semalam Ambon Diguncang Gempa 3 Kali

Di samping itu, BMKG juga merilis bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault). BMKG mencatat 8 gempa susulan terjadi hingga Kamis (10/10) pukul 12.05 WIB. Hasil monitoring BMKG menunjukkan gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 4,6.

Ia pun mengimbau masyarakat tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak benar, sedangkan BMKG juga mengimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini