nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR: Penusukan Wiranto Menunjukkan SOP Pengamanan Tidak Dijalankan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 15:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 337 2115265 dpr-penusukan-wiranto-menunjukkan-sop-pengamanan-tidak-dijalankan-GhxP3PY7Au.jpg Politisi PKS, Nasir Djamil (foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota DPR Fraksi PKS, Nasir Djamil menyesalkan adanya tindakan penusukan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Wiranto saat berkunjung ke Provinsi Banten. Dia menilai adanya insiden itu menunujukkan standar operasional keamanan belum berjalan baik.

“Penusukan terhadap pejabat negara itu menunjukkan bahwa standar operasional pengamanan tidak dijalankan sebagaimana mestinya,” ujar Nasir kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Wiranto Ditusuk Pasutri, Kapolda Banten: Suami Bawa Belati & Istri Pakai Gunting

Lebih lanjut, mantan Anggota Komisi III DPR ini mendorong agar pejabat-pejabat di pemerintahan memperhatikan pengamanan saat melakukan kunjungan lapangan.

"Sungguh disayangkan pejabat sekelas Menko bisa mengalami penusukan. Karena itu, wajib dievaluasi dan diambil tindakan hukum yang tegas kepada tim pengamanan yang melekat kepada Menko Polhukam tersebut" jelas Nasir.

Nasir juga meminta agar pelaku penusukan dapat diproses secara hukum. Dan paling penting, publik pasti ingin tahu apa motif dan siapa sebenarnya pelaku penusukan tersebut.

Baca juga: Presiden Jokowi Akan ke RSPAD Jenguk Wiranto

“Saya juga mengharapkan agar ada upaya dari Pemerintah untuk mengusut kasus penusukan itu secara profesional. Dari upaya itu nanti akan ketahuan apakah prosedur pengamanan terhadap pejabat negara telah dilakukan sesuai standar atau tidak,” tukas Nasir.

Perlu diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk di Alun-alun Menes Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, usai meresmikan gedung baru Universitas Mathla'ul Anwar Banten.

Berdasar informasi, pelaku bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara lahir di Medan, 24 Agustustus 1988, Jalan Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pelaku lainnya adalah Fitri Andriana binti Sunarto, lahir di Brebes 05 Mei 1998, Agama Islam, alamat Desa, Sitanggai Kecamatan, Karangan Kabupaten Brebes (Untuk saat ini yg bersangkutan tinggal atau ngontrak di Kampung Sawah Dsesa atau Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang).

Saat ini, kedua pelaku itu langsung dibawa ke Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Dalam proses pemeriksaan ini, Polda Banten nantinya akan dibantu oleh pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini