nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto Ditusuk, Menhan: Saya Sudah Bilang Hati-Hati ISIS Masuk

Edy Siswanto, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 15:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 10 337 2115230 wiranto-ditusuk-menhan-saya-sudah-bilang-hati-hati-isis-masuk-BuNtZXzT0C.jpg Menhan, Ryimizard (foto: Okezone)

PAPUA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, ditusuk Syahril Alamsyah alias Abu Rara di alun-alun Menes Pandeglang, Banten, sekira pukul 11.30 WIB. Abu Rara diduga kelompok radikal Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS).

Menanggapi hal itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, dirinya sudah memperingati jika sudah masuk ke Indonesia.

"Kan sudah saya bilang waktu itu, orang belum ngomong, hati-hati ISIS masuk, saya yang pertama kali bilangkan ISIS pertama masuk kan," kata Ryamizard kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

 Baca juga: Polri Sebut Lokasi Penusukan Wiranto Rawan Kelompok Radikal

Menurutnya, ancaman ISIS merupakan ancaman yang nyata bagi bangsa Indonesia.

"Dari dulu saya bilang ancaman nyata itu ISIS, bencana alam, sudah 5 tahun lalu, kadang-kadang kita enggak nyimak," pungkasnya.

 Baca juga: Ini Senjata Tajam yang Digunakan Pelaku Penusukan Wiranto

Perlu diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Alun-alun Menes Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, usai meresmikan gedung baru Universitas Mathla'ul Anwar Banten.

Berdasar informasi, pelaku bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara lahir di Medan, 24 Agustustus 1988, Jalan Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pelaku lainnya adalah Fitri Andriana binti Sunarto, lahir di Brebes 05 Mei 1998, Agama Islam, alamat Desa, Sitanggai Kecamatan, Karangan Kabupaten Brebes (Untuk saat ini yg bersangkutan tinggal atau ngontrak di Kampung Sawah Dsesa atau Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang).

Saat ini, kedua pelaku itu langsung dibawa ke Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Dalam proses pemeriksaan ini, Polda Banten nantinya akan dibantu oleh pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini