nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Sebut Lokasi Penusukan Wiranto Rawan Kelompok Radikal

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 14:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 337 2115214 polri-sebut-lokasi-penusukan-wiranto-rawan-kelompok-radikal-1i1WEczK4r.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Karo Penmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, lokasi penusukan Menko Polhukam Wiranto, salah satu daerah yang cukup rawan dari kelompok radikal.

"Wilayahnya cukup rawan. Nanti didalami," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pasutri tersebut diduga telah terpapar oleh ISIS.

"Dari hasil maping yang dilakukan Polda Banten area daerah kerawanan terpapar ISIS. Tiap polda sudah memiliki maping daerah kabupaten kecamatan desa, ring 1-3, rawan, kurang rawan, tidak rawan. Sudah dimaping," sambungnya.

Penusuk Wiranto

 Baca juga: Ini Senjata Tajam yang Digunakan Pelaku Penusukan Wiranto

"Diduga terpapar radikal ISIS, ini masih didalami dan Densus 88 masih meminta keterangan para tersangka," tutupnya.

Perlu diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Alun-alun Menes Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, usai meresmikan gedung baru Universitas Mathla'ul Anwar Banten.

 Baca juga: Densus 88 Selidiki Keterlibatan Penusuk Wiranto di Jaringan ISIS

Berdasar informasi, pelaku bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara lahir di Medan, 24 Agustustus 1988, Jalan Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

 

Pelaku lainnya adalah Fitri Andriana binti Sunarto, lahir di Brebes 05 Mei 1998, Agama Islam alamat Desa, Sitanggai Kecamatan Karangan Kabupaten Brebes (Untuk saat ini yg bersangkutan tinggal atau ngontrak di Kampung Sawah Dsesa atau Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang).

Saat ini, kedua pelaku itu langsung dibawa ke Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Dalam proses pemeriksaan ini, Polda Banten nantinya akan dibantu oleh pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini