nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NasDem Khawatir Tak Ada Kontrol terhadap Pemerintah jika Gerindra Masuk Kabinet

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 08:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 10 337 2115036 nasdem-khawatir-tak-ada-kontrol-terhadap-pemerintah-jika-gerindra-masuk-kabinet-FB58lNVVav.JPG Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago (Foto: Okezone)

JAKARTA - Isu Partai Gerindra masuk ke dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf kian menguat menjelang pelantikan presiden dan wapres terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Bahkan, Partai Gerindra mengaku mendapat tawaran kursi dari kubu Jokowi sendiri. Namun kini partai besutan Prabowo Subianto itu belum menentukan sikap, apakah akan masuk ke dalam pemerintahan atau menarik garis oposisi.

Partai NasDem selaku pengusung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 merasa khawatir apabila Partai Gerindra menerima tawaran untuk masuk ke dalam kabinet. NasDem khawatir mengenai keberadaan oposisi yang semakin kecil bila Gerindra masuk ke pemerintah.

"Sejak awal itu yang saya khawatirkan, bukan karena NasDem takut jatah kursi berkurang, tapi siapa nanti yang melakukan check and balances pada pemerintah?" kata Irma saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (10/9/2019).

Irma berujar, pemerintahan yang kuat pada dasarnya membutuhkan kekuatan kontrol yang konstruktif dan elegan. Bila semua parpol merapat ke pemerintah, maka dikhawatirkan sistem kontrol menjadi tidak berjalan.

"Demo mahasiswa kemarin adalah dampak dari tidak adanya check and balances di parlemen. Semua pada mau berapa di dalam pemerintah, jadi kontrol tidak ada," tuturnya.

Ilustrasi Gerindra

Diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menentukan arah politiknya dalam perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 14-17 Oktober 2019 mendatang.

Partai Gerindra menjelang pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019 memang tengah diterpa isu kursi kabinet. Bahkan, Partai Gerindra diisukan mendapatkan jatah tiga kursi menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Sedangkan Prabowo dirumorkan meminta jatah menteri pertahanan sebagai mahar untuk bergabung dengan pemerintah. Namun semua rumor tersebut ditepis oleh Partai Gerindra karena tak pernah ada pembicaraan Prabowo dengan koalisi pemerintah, apalagi soal bagi-bagi kursi kabinet.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini