nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerindra Serahkan soal Perppu KPK kepada Presiden

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 23:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 09 337 2114940 gerindra-serahkan-soal-perppu-kpk-kepada-presiden-h03Qb3EAT5.jpg Ahmad Muzani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan terbit atau tidaknya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu KPK merupakan wewenang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Terserah pada presiden. Presiden menganggap ini sebagai keadaan yang genting dan memaksa atau tidak begitu saja,” ungkap Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Kata Muzani, Presiden Jokowi sebelum mengeluarkan Perppu KPK ini harus memiliki keyakinan yang kuat. Sebab nantinya Perppu tersebut apakah akan menguatkan atau justru melemahkan.

“Kalau memandang itu ya keluarkan kalau engga ya sudah kan beliau kepala negara itu kekuasaan presiden yang agak sulit diintervensi itu wilayah subjektif presiden,” jelas Muzani.

Ahmad Muzani

Baca Juga: Jokowi Dinilai Tak Punya Alasan Terbitkan Perppu KPK

Berbeda dengan Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sikapnya lebih kepada menyarankan proses penolakan terhadap revisi UU KPK dapat dilalui dengan mekanisme selain penerbitan Perppu.

"Jangan sampai negara ini jadi negeri darurat, sedikit-sedikit Perppu. Kalau itu terjadi demokrasi akan mati,” tutur Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid .

Hidayat mengatakan, alangkah baiknya proses penolakan revisi UU KPK melalui mekanisme legislative review atau judicial review. Apalagi sudah terdapat gugatan judicial review di MK saat ini.

“Proses sudah berjalan kalau ada penolakan ada MK dan kemarin sudah diajukan kan. Sebaiknya jangan pakai Perppu tapi koreksilah yan tidak benar yang bisa memperlemah KPK. Kemudian ada dua lembaga yang bisa koreksi, DPR sendiri bisa koreksi kan ada wacana koreksi salah ketik di ketentuan umur. DPR bisa diminta lakukan legislative review atau rakyat ke MK,” tegasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini