nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengurus Al Falaah Bantah Masjid Dijadikan Tempat Penculikan Ninoy Karundeng

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 18:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 337 2114877 pengurus-al-falaah-bantah-masjid-dijadikan-tempat-penculikan-ninoy-karundeng-7vDGmPz5XO.jpg Ninoy Karundeng saat diinterogasi oleh pelaku dalam kondisi lebam (Foto: Ist)

JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Falaah, Iskandar membantah Masjid Al Falah dijadikan tempat penyekapan dan interograsi pegiat media sosial Ninoy Karundeng saat ada demonstrasi pada 30 September 2019. 

"Kalau saya tidak melebar ke mana-mana kami pengurus DKM hanya membantu menyelamatkan (Ninoy) dari amukan massa," katanya kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga: PA 212 Ancam Polisikan Ninoy Karundeng soal Pernyataan "Habib"

Namun, Iskandar tidak menampik Ninoy dibawa ke masjid. Pasalnya, kondisi Ninoy saat itu sudah mengalami luka-luka, sehingga pengurus mesjid langsung membawanya untuk diobati.

"Kita bantu alasan kemanusiaan, Kita masukan disini semua, kita berikan pertolongan pertama disini, tidak ada penyekapan dokter ada di dalam, paramedis di dalam, korban sebagian di dalam, termasuk si Ninoy," ujarnya.

Ilustrasi

Menurut Iskandar, saat Ninoy ditemukan, memang kondisinya sudah babak belur, karena di sekitaran masjid situasinya sudah tidak terkendali oleh massa aksi.

"Tapi enggak tahu siapa yang teriak. Ya saya pikir wajar, orang lagi kesakitan dan lain-lain, dan anak-anak muda anak STM itu ngamuk langsung pada mukulin, itu kejadian kira-kira jam 20.00 an, Kan enggak mungkin jamaah masih pada disini salat," katanya.

Baca Juga: Ninoy Karundeng Beberkan Kronologi Penculikan dan Penganiayaan yang Dialaminya

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini