nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKS Hormati Sikap Gerindra jika Bergabung ke Pemerintahan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 18:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 09 337 2114876 pks-hormati-sikap-gerindra-jika-bergabung-ke-pemerintahan-ernFnOUmRV.jpg Politisi PKS, Suhud Aliyudin (Foto Sindo)

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara, usai Partai Gerindra yang dikabarkan akan mendapatkan kursi menteri di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynudin menyatakan partainya bakal menghormati sikap politik Gerindra walaupun keduanya pernah menjalin hubungan koalisi pada Pilpres 2019.

“Kami menghormati sikap politik masing-masing partai untuk berada di luar maupun di dalam pemerintahan,” tutur Suhud kepada Okezone, Rabu (9/10/2019).

 Baca juga: Gerindra Diisukan Bakal Masuk Ke Kabinet Jokowi, Ini Kata NasDem

Kata Suhud, pasca-pilpres koalisi sudah bubar dan masing-masing partai memiliki hak untuk menentukan sikap politik masing-masing. Seperti halnya PKS yang tetap menegaskan bakal tetap berada di luar pemerintahan.

“PKS memilih berada di luar pemerintahan Pak Jokowi, sebagai oposisi yang kredibel dan konstruktif,” tegasnya.

Namun demikian, Suhud berharap semua pihak untuk tetap menjaga sikap kritisnya meskipun berada di dalam pemerintahan demi menjaga demokrasi yang ada di Indonesia.

“Namun kami berharap semua pihak tetap menjaga sikap kritis dan merasa bertanggungjawab terhadap masa depan demokrasi di Indonesia,” tutup Suhud.

 Baca juga: Beri 14 Program ke Jokowi, Demokrat Siap jika AHY Masuk Kabinet Kerja

Diketahui sebelumnya, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, partainya sudah menyiapkan nama-nama yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon menteri di periode keduanya.

Meski demikian, Dasco mengaku belum mengetahui siapa saja nama-nama yang disiapkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Mungkin sudah, tapi saya gak tahu persis orang-orangnya. Tapi kalau konsepnya diterima mungkin sudah," ungkap Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 8 Oktober 2019.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini