nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggota BPK Rizal Djalil Melenggang Bebas Usai Diperiksa KPK sebagai Tersangka

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 14:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 337 2114763 anggota-bpk-rizal-djalil-melenggang-bebas-usai-diperiksa-kpk-sebagai-tersangka-pzA09WxTNs.jpg Anggota BPK Rizal Djalil usai diperiksa KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kemen-PUPR, Jakarta, Rabu (9/10/2019). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil, rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementeria‎n Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).

Usai diperiksa sebagai tersangka, Rizal masih melenggang bebas. KPK belum melakukan penahanan terhadap Rizal Djalil yang saat ini berstatus tersangka.

Dalam kesempatan itu, Rizal mengaku bersyukur telah merampungkan pemeriksaannya. Ia mengklaim telah koperatif menjawab semua pertanyaan yang diajukan penyidik KPK.

"Alhamdulilah saya telah menyelesaikan proses pemeriksaan sebagai warga negara yang sedang disidik penegak hukum. Saya telah menjawab semua pertanyaan didampingi penasihat hukum saya," ujar Rizal di pelataran Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).

Anggota BPK Rizal Djalil usai diperiksa KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kemen-PUPR, Rabu (9/10/2019). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Selain Rizal Djalil, KPK telah menetapkan Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di Kemen-PUPR. Keduanya hingga kini belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam perkara ini, Rizal diduga menerima suap dari Leonardo dengan total nilai 100.000 dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura. Uang tersebut diserahkan Leonardo kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Rizal disinyalir meminta proyek tersebut kepada petinggi SPAM Kemen-PUPR untuk kemudian dikerjakan oleh perusahaan Leonardo.


Baca Juga : Diperiksa KPK, Anggota BPK Rizal Djalil Ngaku Serahkan Banyak Dokumen

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Rizal‎ disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sebagai pihak yang diduga memberi suap, Leonardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Baca Juga : KPK Panggil Ulang Anggota BPK Rizal Djalil sebagai Tersangka Proyek SPAM

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini