nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaringan Listrik di Wamena Kembali Normal Pasca-Kerusuhan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 02:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 09 337 2114540 jaringan-listrik-di-wamena-kembali-normal-pasca-kerusuhan-YDVa65Xau2.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyebut aliran listrik di Wamen, Papua sudah pulih 100 persen pasca-insiden kerusuhan beberapa waktu lalu. Ia menyebut kondisi Wamena kini semakin kondusif. Hal itu ditandai dengan aktivitas warga yang semakin meningkat.

"Saya sudah mendapat laporan lengkap dari PT PLN. Dengan pemulihan listrik, kini fokus pemerintah kabupaten merenovasi rumah dan kantor pemerintah yang rusak dan terbakar akibat kerusuhan lalu," kata Jhon dalam siaran pers yang diterima, Selasa 8 Oktober 2019 malam.

Jhon berujar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait pembangunan rumah dan kantor yang rusak akibat dampak kericuhan beberapa waktu lalu. 

Diketahui, PT PLN (Persero) telah memulihkan 100 persen jaringan listrik yang rusak akibat terdampak kericuhan di Wamena. Kendati demikian, konsumsi listrik belum normal karena masih banyak rumah dan kantor yang rusak belum diperbaiki sehingga suplai listrik belum terpenuhi.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B), JA Ari Dartomo, mengatakan pekerjaan yang dilakukan dalam pemulihan terdiri dari gardu, jaringan tegangan menengah (JTM) serta jaringan tegangan rendah (JTR) yang sudah kembali beroperasi seluruhnya. 

Listrik di Wamena

Saat ini sejumlah 142 gardu, 180 KMS JTM dan 336 KMS JTR telah beroperasi kembali. Perbaikan terakhir dilakukan di lokasi Hom-hom, sekitar empat kilometer dari pusat kota. Ari mengucapkan terimakasih atas kerja keras petugas di lapangan serta bantuan dari TNI-Polri, sehingga jaringan listrik di Wamena bisa kembali pulih.

Menurut Ari, dari 21.800 pelanggan di Wamena, masih ada 1.000 pelanggan yang belum mendapat aliran listrik kembali. Hal tersebut disebabkan karena bangunan milik pelanggan mengalami kerusakan akibat kerusuhan. Jika sudah diperbaiki kembali, pihaknya siap mengaliri listrik ke bangunan tersebut.

"Jika bangunan milik pelanggan yang terdampak telah diperbaiki, kami siap untuk segera menyalakannya kembali. Lokasi tersebar untuk bangunan-bangunan yang belum menyala, tapi mayoritas berada di sekitar kota," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini