nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketum PBNU: Jokowi-Ma'ruf Simbol Kemenangan Nasionalis dan Santri

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 00:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 09 337 2114523 ketum-pbnu-jokowi-ma-ruf-simbol-kemenangan-nasionalis-dan-santri-4KOlXlEtkt.jpg Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj menyebut kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin merupakan simbol kemenangan kaum nasionalis dan santri.

Dikatakan Said, Jokowi merupakan sosok nasionalis sekaligus berjiwa santri. Begitupun Kiai Ma'ruf yang menurutnya selain sebagai ulama, juga dinilainya sebagai nasionalis sejati.

"Maka kemenangan Jokowi-Ma'ruf alhamdullilah adalah simbol kemenangan nasionalis dan santri," kata Kiai Said di Ponpes Al Tsafaqah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019) malam.

Ditambahkannya, pihaknya berterima kasih dan bersyukur, di bawah pemerintahan Jokowi, telah melahirkan regulasi yang menguntungkan para santri yakni disahkannya UU Pesantren.dan penetapan Hari Santri.

"Hal ini berkat adanya dukungan dari PDIP termasuk yang ngotot mengundangkannya. Bukan hanya RUU Pesantren, PDIP juga bekerja keras menggolkan disahkannya Hari Santri oleh Presiden Jokowi. Sebaliknya tokoh NU yang di depan mengusulkan Hari Pancasila 1 Juni," ujarnya.

Dengan UU Pesantren itu, lanjut Kiai Said, maka peningkatan kualitas pesantren akan lebih terjamin. Sebab perhatian negara akan lebih dijaminkan termasuk penganggarannya.

Kiai Said dan Hasto

"Mudah-mudahan nanti ada menteri urusan pesantren dan di APBN ada anggaran untuk pesantren," kata dia.

Sementara itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, meminta izin kepada Kiai Said dan pengurus pesantren untuk membagikan sejumlah buku tentang Bung Karno dan Islam. Hal itu demi semakin memperkuat pemahaman bahwa bagaimanapun kaum nasionalis dan Islam adalah yang sejak awal kokoh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Kita adalah satu saudara sebangsa yang tak bisa dibeda-bedakan. Kekuatan Indonesia berakar dari kekuatan nasionalis dan nahdliyin," ucap Hasto.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini