nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Poin Hasil Evaluasi Menag Lukman untuk Penyelenggaraan Haji 2019

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 23:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 08 337 2114500 5-poin-hasil-evaluasi-menag-lukman-untuk-penyelenggaraan-haji-2019-jIsq5eLpfE.jpg Menteri Agama Lukman Hakim (Foto: MCH)

JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan 5 evaluasi kepada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Hal itu diutarakannya dalam acara Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2019.

Menurut Lukman, Ditjen PHU harus sudah bisa mengidentifikasi poin-poin yang dinilai sudah baik dalam setiap program penyelenggaraan haji dan umroh. Hal itu dilakukan guna menjaga nilai-sesuatu yang sudah dinilai bagus oleh jamaah haji.

"Maka saya minta harus betul-berul diindentifikasi, apa saja poin-poin yang dinilai sudah baik, agar tahun depan setidaknya itu bisa kita pertahankan, tidak boleh lebih buruk," ujar Lukman di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Haji

Baca Juga; Kemenag Imbau Masyarakat Rencanakan Haji Sejak Dini

Kemudian, Lukman juga ingin pada penyelenggaraan ditahun mendatang, 2020, Ditjen PHU bisa fokus untuk meningkatkan kualitas dari manasik haji. Kali ini, ia ingin jamaah haji bisa lebih banyak memiliki ilmu pengetahuan tentang haji.

"Jadi kemabruran itu harus manifes, harus mewujud pada hal-hal substantif, yaitu pengetahuan tentang haji. Tidak hanya tahu kalau haji harus tawaf, tapi tahu filosofi haji itu apa. Sehingga setiap jamaah haji setelah berhaji ada wawasan yang bertambah," paparnya.

Lukman pun ingin Ditjen PHU dan Kedutaan Besar RI untuk Arab Saudi bisa meningkatkan tenda-tenda, dan toilet untuk jamaah haji, khususnya yang terdapat di daerah Arofah dan Mina.

Keempat, ia berharap program fast track atau fasilitas untuk melayani jamaah haji di bandara asal penerbangan atau embarkasi dapat diperluas, terutama wilayah-wilayah yang memiliki jumlah jamaah besar, seperti Surbabaya dan Solo.

"Kelima, terkait kesehatan. Pertama terkait soal sosialisasi mengenai istitha'ah dibidang kesehatan. Karena masih saja ada sebagian jamaah kita, yang protes mengapa mereka sudah sampai di embarkasi, tinggal menunggu jam kenerangkatan untuk bertolak ke tanahsuci, tiba-tiba divonis tidak boleh berangkat," tutup Lukman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini