nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melchias Mekeng Kembali Mangkir, KPK Siap Ambil Tindakan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 19:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 08 337 2114444 melchias-mekeng-kembali-mangkir-kpk-siap-ambil-tindakan-xi1RT9JF5j.jpg Melchias Markus Mekeng (Foto : Sindo)

JAKARTA - Politikus Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng kembali mangkir alias tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mekeng beralasan dalam kondisi yang kurang sehat sehingga tidak dapat menghadiri pemeriksaan pada hari ini.

‎"Saksi Melchias Markus Mekeng kembali tidak datang di jadwal pemeriksaan hari ini. Tadi kami menerima surat dari pihak kuasa hukum dengan lampiran surat kuasa tertanggal 7 Oktober 2019. Alasan tidak hadir karena kurang sehat," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (8/10/2019).

‎Mekeng tercatat sudah empat kali mangkir dipanggil KPK. Dia mangkir pada 11 September, 16 September, 19 September, dan terakhir hari ini. Sedianya, Mekeng akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus suap pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian ESDM.

Melchias Mekeng

KPK berencana mengambil sikap terkait ketidakhadiran Mekeng pada hari ini. Kata Febri, pihaknya akan membahas tindak lanjut kedepan setelah Politikus Golkar tersebut mangkir pada hari ini, apalagi tanpa disertai surat dokter.

"KPK akan membahas tindak lanjut setelah saksi tidak hadir dalam beberapa kali agenda pemeriksaan di KPK. Di surat kali ini juga tidak ada lampiran keterangan dari dokter," katanya.

‎KPK sendiri sebenarnya telah mencegah Melchias Mekeng dan pemilik PT BORN, Samin Tan untuk bepergian ke luar negeri. Keduanya dilarang pergi ke negara luar negeri untuk enam bulan ke depan.

Kasus suap pengurusan terminasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak. Samin Tan sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pada medio Februari 2019. Namun, KPK belum melakukan penahanan terhadap Samin Tan.

Samin Tan diduga menyuap Eni. Tujuan pemberian suap itu agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT telah diakuisisi PT BORN.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni yang saat itu menjadi anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

Dalam proses penyelesaian, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq, di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan, dan tenaga ahli Eni Maulani Saragih.

Baca Juga : Politikus PDIP: Saya Yakin Fadli Zon Masuk Kabinet Jokowi

Pemberian pertama sebesar Rp4 miliar dilakukan pada 1 Juni 2018, dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini