nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FPI Sebut Munarman Hadiri Pemeriksaan Terkait Kasus Ninoy Karundeng Besok

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 19:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 08 337 2114427 fpi-sebut-munarman-hadiri-pemeriksaan-terkait-kasus-ninoy-karundeng-besok-TzNdNG710e.jpg Munarman (Okezone)

JAKARTA - Tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) memastikan Munarman akan menghadiri pemeriksaan terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 9 Oktober besok. Sekretaris Umum FPI itu akan diperiksa sebagai saksi.

"Insya Allah (akan hadir)," kata anggota tim kuasa hukum FPI, Azis Yanuar kepada Okezone, Selasa (8/10/2019).

Selain Munarman, tim pengacara FPI juga akan memberi pendampingan hukum terhadap tiga tersangka kasus Ninoy Karundeng yakni Sekjen Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabbar, Geri dan Rizki.

Baca juga: Sekjen PA 212 Jadi Tersangka Ke-13 Kasus Ninoy Karundeng

Polda Metro Jaya sudah menetapkan 13 tersangka kasus penganiayaan Ninoy Karundeng. Munarman masih sebagai saksi dan keterangannya dibutuhkan untuk pengusutan perkara tersebut.

Azis meyakini Munarman dan tiga kliennya tidak bersalah. Mereka, menurut Aziz, berupaya mengamankan Ninoy Karundeng dari amukan massa, tidak menganiaya. Namun, dia tak mempermasalahkan jika polisi memiliki bukti-bukti penganiyaan dilakukan kliennya.

Baca juga: Usut Kasus Ninoy Karundeng, Polisi Periksa Munarman Besok

"Tak ada permasalah hukum karena terkait masalah itu sebenarnya sudah selesai di situ. Dalam arti posisi Ninoy (Karundeng) masyarakat amankan supaya aman dari amukan massa," tuturnya.

Azis mengatakan tidak ada pemukulan terhadap Ninoy Karundeng saat diinterogasi di masjid. Menurutnya interogasi terhadap Ninoy hal biasa.

"Kan mereka bisa mendegarkan yang baik. Kalau masalah pemukulan segala macam itu sebelum dan sesudah dari masjid itu," tegasnya.

Azis mempersilakan polisi menyidik kasus tersebut. "Tinggal dilihat keterilabatannya, seperti saksi dan buktinya. Apa benar dia memukul. Kalau arahnya mengkondisikan itu tak betul. Kami curiga kenapa dia datang ke situ yang merupakan massa kontra," ujar dia.

"FPI berkomitmen tak pernah melakukan aksi kekerasan meski kontra dengan pandangan kami. Itu hanya tuduhan enggak berdasar lah, enggak perlu lah. Kami enggak punya stigma buruk terhadap dia," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini