nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag Lukman Luncurkan Buku Bicara soal Keragaman hingga Fanatisme Beragama

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 14:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 337 2114269 menag-lukman-luncurkan-buku-bicara-soal-keragaman-hingga-fanatisme-beragama-hcGXLXBPIw.jpg Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto : Dok Okezone.com/Sarah Hutagaol)

JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan moderasi beragama sangat penting untuk diterapkan. Pasalnya, saat ini kehidupan bermasyarakat semakin kompleks.

Kehidupan yang semakin kompleks tersebut membuat tafsir terhadap nilai-nilai agama semakin beragam. Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat rendah hati dalam menyikapi keragaman itu.

Hal tersebut diungkapkannya usai meluncurkan buku berjudul Moderasi Beragama di Gedung Kementerian Agama, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

"Karena keragaman kita kehendak Tuhan. Maka yang dituntut dari kita adalah bukan untuk menyeragamkan semua yang beragam, tapi adalah kearifan kita untuk bagaimana keragamanan itu kita dapatkan hikmahnya," ujar Lukman.

Menag Lukman Hakim luncurkan buku berjudul Moderasi Beragama di Gedung Kemenag, Jakarta, Selasa (8/10/2019). (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

"Banyak hal positif yang bisa kita tangkap dari keragaman kalau kita mampu menyikapinya dengan kearifan. Jadi, buku ini sebenarnya dalam rangka untuk mewujudkan hal-hal seperti itu," katanya.

Di tengah masyarakat yang kompleks dalam menafsirkan agama, Lukman tak menutup kemungkinan terdapatnya fanatisme. Ia menilai fanatik terhadap agama jika tidak ditopang dengan wawasan, dan ilmu keagamaan yang cukup maka akan menyalahkan pihak-pihak yang berbeda.

Menag Lukman Hakim luncurkan buku berjudul Moderasi Beragama di Gedung Kemenag, Jakarta, Selasa (8/10/2019). (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

"Sehingga ketika dia melihat adanya perbedaan dari pihak lain, lalu dengan cepat dan mudah menyalah-nyalahkan pihak yang tidak sama dengan dirinya, bahkan tidak hanya menyalah-nyalahkan, tapi juga mengafir-kafirkan," ucap Lukman.

"Yang tentu ini akan menimbulkan konflik sengketa di tengah-tengah masyarakat. Jadi hal-hal seperti ini yang harus kita antisipasi, sehingga cara kita beragama harus dengan kearifan dengan cara moderat," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini