nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Warga Mendapat Serbuk Emas yang Diyakni Harta Karun Kerajaan Sriwijaya

Melly Puspita, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 13:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 08 337 2114243 cerita-warga-mendapat-serbuk-emas-yang-diyakni-harta-karun-kerajaan-sriwijaya-kFSfo9sqhG.jpg Warga Menemukan 'Harta Karun' yang Diyakini Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Bekas Lokasi Kebakaran Hutan di Kabupaten Ogan Komering Iliri, Sumsel (foto: Ist)

PALEMBANG - Munculnya berbagai bentuk ukiran yang terbuat dari emas yang diduga berasal dari era Kerajaan Sriwijaya di kawasan bekas kebakaran lahan, di (OKI) Desa Serdang, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan membuat heboh masyarakat.

Penemuan ini bukan kali pertama, sejak 2012 warga sekitar juga pernah mendapat harta karun yang diyakini peninggalan Kerajaan Sriwijaya di lokasi tersebut, namun tidak banyak. Kemudian pada 2015 saat kebakaran lahan juga ditemukan berbagai bentuk emas, keramik, guci, serbuk emas bahkan perahu.

Baca Juga: Warga Berbondong-bondong Memburu Harta Karun Kerajaan Sriwijaya 

Untuk berburu harta karun ini kembali dilakukan oleh warga pasca kebakaran lahan di kanal lahan gambut Oktober 2019 ini. Bahkan, tidak hanya warga sekitar ada banyak warga dari luar daerah yang tertarik untuk berburu harta karun ini.

Salah seorang warga bernama Wahyudi mengaku untuk mencari barang antik tersebut dirinya harus mengeluarkan modal setidaknya Rp300 ribu selama sepekan terakhir.

Cincin emas bermotif bunga ditemukan warga di Situs Talang Petai Simpang Tiga, Ogan Komering Ilir, Sumsel (foto: Humas Ogan Komering Ilir)	 

Lokasi tersebut memang berada di kawasan pantai timur Sumatera atau daerah paling luar Sumatera Selatan yang membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam untuk sampai ke lokasi.

"Selain akses jalan darat, kami juga harus naik perahu ketek selama lebih kurang 40 menit dengan ongkos Rp20 Ribu," ucap Wahyudi.

Dari pengalaman Wahyudi selama berada di lokasi dia pernah mendapat serbuk emas dan dijual dengan harga Rp400 ribu per gram.

"Pernah dapat serbuk emas, kalau barang lain tidak pernah. Yang ke sini banyak sekali jadi mesti cepat, ada yang sendirian maupun berkelompok," ujar Wahyudi.

Baca Juga: 'Harta Karun' di Kuburan Kuno Sragen Akan Diuji Laboratorium 

Sementara Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Cengal, Abdul Maja menuturkan dirinya sempat mendatangi lokasi bersama warga sekitar.

"Memang ada warga yang menemukan barang antik dan lempengan emas, bahkan ada yang mendapat cincin bagi yang beruntung," jelas Abdul Maja.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini