Sekjen PA 212 Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 08 Oktober 2019 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 08 337 2114184 sekjen-pa-212-jadi-tersangka-kasus-penganiayaan-ninoy-karundeng-6eCzHplcJA.jpg Kombes Argo Yuwono (Harits/Okezone)

JAKARTA – Polda Metro Jaya menetapkan Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernardus Abdul Jabbar sebagai tersangka kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial sekaligus relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng.

Bernard resmi menyandang status tersangka seusai menjalani pemeriksaan sejak Senin 7 Oktober 2019. Selain Bernard, penyidik juga menetapkan Fery sebagai tersangka.

Baca juga: Polisi Sebut Sekjen PA 212 Ikut Intimidasi Ninoy Karundeng

"Iya sudah tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan terkait penetapan tersangka Sekjen PA 212, Selasa (8/10/2019).Ninoy Karundeng

Ninoy Karundeng (Okezone.com/Sarah)

Namun, Argo belum mengetahui apakah Bernardus dan Fery akan ditahan. Ia mengaku belum memeriksa ada surat penahanan atau belum terhadap kedua orang tersebut. "Saya cek dulu surat (penahanan) sudah ada atau belum," ucap Argo.

Baca juga: Ninoy Karundeng Ngaku Ada Habib Ingin Membunuhnya lalu Buang Mayat ke Area Kerusuhan

Ninoy Karundeng diduga diculik lalu disekap dan dianiaya oleh sekelompok orang di sebuah masjid di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin 30 September 2019.

Dari kejadian tersebut, tersebar sebuah video yang berisikan Ninoy Karundeng dengan wajah babak belur tersebar luas di media sosial.

Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria pada sebuah ruangan.

Kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin kemarin, Ninoy Karundeng mengaku ada seseorang yang dipanggil habib merencanakan pembunuhan terhadapnya.

“Ada seorang yang dipanggil habib itu memberi ultimatum kepada saya bahwa waktu saya pendek, karena saya akan dibelah kepala saya,” kata Ninoy.

“Habib ini terakhir menanyakan juga apakah sudah datang ambulans, dan dijawab ambulansnya belum datang. Disuruh menunggu sampai menjelang waktu yang dikatakan sebelum subuh saya harus dieksekusi dan mayat saya nanti diangkut untuk dibuang ke arah kerusuhan. Itu sejak demo reda sekitar pukul 2 (pagi). Habib itu yang merancang untuk membunuh saya di situ bersama dengan penyedia ambulans yang mengaku sebagai tim medis.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini