nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Ultimatum Melchias Mekeng Penuhi Panggilan Hari Ini

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 08:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 08 337 2114124 kpk-ultimatum-melchias-mekeng-penuhi-panggilan-hari-ini-RFoUdNZ82W.jpg Melchias Markus Mekeng. (Foto: Ist)

JAKARTA – Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan ulang politikus Partai Golkar, Melchias Mar‎cus Mekeng, pada hari ini. Mekeng akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM.

KPK mengultimatum Mekeng agar kooperatif memenuhi panggil‎an pemeriksaan sebagai saksi pada hari ini. Sebab, Mekeng sudah tiga kali mangkir alias tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan sebelumnya.

Baca juga: Melchias Markus Mekeng Tak Penuhi Panggilan KPK 

"Kami harap saksi datang memenuhi panggilan penyidik sebagai pemenuhan kewajiban hukum untuk menjelaskan apa yang diketahui yang bersangkutan terkait perkara ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (8/10/2019).

Mekeng mangkir dipanggil KPK pada 11 September, 16 September, dan terakhir 19 September 2019. Mekeng rencananya diselisik kesaksiannya untuk proses penyidikan Samin Tan (SMT).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Okezone)

KPK sendiri sebenarnya telah mencegah Melchias Mekeng dan pemilik PT BORN, Samin Tan, untuk bepergian ke luar negeri. Keduanya dilarang pergi ke negara lain untuk enam bulan ke depan.

Kasus suap pengurusan terminasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap PLTU Riau-1 yang menjerat beberapa pihak. Samin Tan sendiri sudah ditetapkan tersangka pada Februari 2019, namun KPK belum melakukan penahanan.

Baca juga: Melchias Markus Mekeng Kembali Mangkir dari Panggilan KPK 

Samin Tan diduga menyuap Eni Maulani Saragih. Tujuan pemberian suap itu agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. PT AKT telah diakuisisi PT BORN.

Eni menyanggupi permintaan Samin Tan. Eni yang saat itu menjadi anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi pihak Kementerian ESDM.

Dalam proses penyelesaian, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan guna keperluan pilkada suaminya, Muhammad al Khadziq, di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tenaga ahli Eni.

Baca juga: Tiga Kali Mangkir, KPK Ultimatum Melchias Mekeng 

Pemberian pertama sebesar Rp4 miliar dilakukan pada 1 Juni 2018 dan pemberian kedua pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.

Samin Tan disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Baca juga: Sofyan Basir Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Suap PLTU Riau-1 

Melchias Markus Mekeng. (Foto: Ist)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini