nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadirnya Kedamaian di Tanah Wamena

Hantoro, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 07:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 08 337 2114116 hadirnya-kedamaian-di-tanah-wamena-3bVprujT21.jpg Ilustrasi damai di Wamena, Papua. (Foto: Dok Okezone/Dede Kurniawan)

WAMENA di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mulai menunjukkan kedamaian usai adanya demonstrasi berujung kerusuhan beberapa waktu lalu. Masyarakat tampak kembali beraktivitas, pergi ke tempat bekerja, sekolah, hingga bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa perusakan.

Sejumlah orang terus melontarkan harapan, Bumi Cenderawasih kembali harmonis tanpa membedakan satu sama lain. Geliat ekonomi, pendidikan, sampai pemerintahan diyakini segera berjalan normal, tidak ada lagi hambatan ataupun perselisihan.

Baca juga: Wamena Mulai Kondusif, Penyebaran Informasi Negatif Harus Dihentikan 

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw memastikan kondisi di Wamena tetap kondusif pasca-kerusuhan. "Bupati dan ASN akan memulai aktivitas pemerintahan hari ini, sambil melakukan recovery dan rehabilitas. Semua aktivitas warga harus sudah bergerak," kata Paulus ketika dikonfirmasi Okezone, di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019.

Ia mengungkapkan pasar, kios, dan toko-toko sudah mulai buka seperti biasa, termasuk kendaraan yang hilir mudik di jalan raya.

Guna menjamin keamanan tetap kondusif, satu kompi Brimob tambahan dari Kalimantan Timur tiba di Wamena pada Minggu 6 Oktober. "Sementara pengungsi yang bertahan di sejumlah titik sudah mulai berkurang," ujar Paulus.

Perbaikan fasilitas umum di Wamena. (Foto: Ist)

Ia melanjutkan, sementara jika masih terlihat pengungsi di Mapolres dan Kodim Jayawijaya, dikarenakan warga masih ragu dan khawatir dengan situasi yang ada.

"Silakan kembali beraktivitas. Kembali ke rumah masing-masing. Kami, aparat keamanan, Brimob, TNI dari Batalion dan Kodam, sudah berada di Wamena. Pengamanan kami berlapis. Warga diharapkan lebih tenang dan kembali beraktivitas seperti semula," papar Paulus.

Baca juga: Siswa dan Guru di Wamena Mulai Masuk Sekolah, Diawali Bersih-Bersih 

Dirinya menambahkan, warga yang mengungsi ke Jayapura atau lokasi lain juga diimbau kembali ke Wamena.

"Silakan hidupkan kembali perekonomian di Wamena, termasuk aktivitas sekolah. Aparat ada di Wamena untuk menjaga warga, termasuk menjaga sekolah," tutur Paulus.

Siswa-siswi di Wamena mulai masuk sekolah usai kerusuhan beberapa waktu lalu. (Foto: Pendam XVII/Cenderawasih)

Sementara Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan tata kelola pemerintahan di Wamena telah berjalan, meskipun untuk sementara masih meminjam kantor Kodim TNI setempat.

"Juga pelayanan masyarakat jalan, walaupun belum maksimal," kata Tjahjo ketika berada di Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca juga: Pengungsi Wamena Asal Jateng Keguguran Usai Terpeleset 

Ia mengungkapkan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahkan datang ke Wamena untuk memastikan situasi keamanan di sana.

Polri beri trauma healing untuk anak-anak pengungsi korban kerusuhan Wamena Papua. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

"Secara prinsip kondisi stabilitas nasional dan daerah di Wamena aman. Hari ini (Senin 7 Oktober) Panglima dan Kapolri memastikan ke sana," terang Tjahjo.

Baca juga: Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Pastikan Tak Ada Napi Kabur di Wamena 

Dia menuturkan, bila ada warga dari Wamena yang ingin kembali ke daerah asalnya, pihaknya tidak ada masalah. Pasalnya setiap warga berhak tinggal di seluruh wilayah Indonesia dan mencari nafkah.

"Saya kira kalau toh warga yang mau kembali ke asalnya dan ada beberapa gubernur yang mau fasilitasi, enggak ada masalah. Apa pun setiap warga negara memiliki hak untuk dia tinggal di mana, mencari nafkah di mana dari Sabang-Merauke. Nanti saya kira isu itu, isu warga pendatang sudah tidak ada," jelas Tjahjo.

Kemudian guru dan siswa dari semua tingkatan sekolah di Wamena mulai masuk kembali. Kemarin mereka belum melaksanakan kegiatan belajar-mengajar sebagaimana mestinya, hanya melakukan bersih-bersih. Hal ini sebagaimana terlihat di SMA Negeri 1 Wamena dan SD Negeri Wamena.

"Ya saya sangat senang bisa sekolah lagi. Saya harap teman-teman yang masih mengungsi untuk kembali sekolah. Kita adalah masa depan bangsa ini," kata Dewi Puspita Sari Rumbiak, siswi SMA Negeri 1 Wamena, Senin 7 Oktober 2019.

Baca juga: Polri Pastikan Situasi Wamena Sudah Kondusif Pasca-Kerusuhan 

Mereka berharap ke depannya tidak ada lagi kerusuhan yang bisa menghancurkan semua sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. "Karena akan membuat trauma yang panjang. Kami siswa sekolah ini berharap tidak ada lagi kerusuhan."

Polri beri trauma healing untuk anak-anak pengungsi korban kerusuhan Wamena Papua. (Foto: Ist)

Sementara guru ekonomi SMAN 1 Wamena, Dorteus Wetipo, turut berharap semua tenaga pendidik kembali ke Wamena dan mengajar seperti biasa, pasalnya sudah ada jaminan keamanan dari aparat.

Baca juga: Jumlah Pengungsi Wamena Turun Signifikan 

"Sudah aman. Yang bikin ramai kan ini berita-berita yang tidak benar. Sebetulnya setelah hari kejadian itu, keadaannya tidak terlalu parah. Harapan saya untuk guru-guru bisa kembali melaksanakan tugas," ucap Dorteus.

Ia juga berharap siswa yang mengungsi ke luar Wamena bisa kembali dan melanjutkan sekolah. "Saya harap semua bisa kembali. Sebagian guru ada di sini. Sekitar 34 dari 52 guru. Jadi mari kembali belajar dan bersekolah seperti biasa," imbaunya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini