nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Diharapkan Pilih Menteri yang Detail soal Tugas

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 21:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 07 337 2114027 jokowi-diharapkan-pilih-menteri-yang-detail-soal-tugas-sasoayCU8Y.jpg Foto: Biro Pers Setpres

JAKARTA - Situasi sosial politik Indonesia jelang pelantikan Presiden terpilih semakin memanas. Deretan demonstrasi atau aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu menjadi saksi proses demokrasi Indonesia yang akan menentukan masa depan optimis Indonesia maju dan lebih baik.

Masyarakat juga menunggu pelantikan Presiden Jokowi pada 20 Oktober 2019 mendatang dan ingin melihat susunan Kabinet yang akan menjadi tim dan membantu tugas berat Presiden di masa mendatang.

“Tentu saja, jelang pengumuman nama Kabinet Menteri Jokowi periode 2019-2024 seperti menghitung hari. Masyarakat akan menunggu sosok para pembantu di tim Kabinetnya,” ujar Samsul B. Ibrahim, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Teman Jokowi, Senin (7/10/2019).

Jokowi-Maruf Amin

Kondisi sosial ekonomi di Indonesia saat ini, menurut Samsul, memiliki banyak masalah dalam hal pengangguran dan kemiskinan, ketimpangan sosial, disparitas pembangunan antar wilayah, penderita gizi buruk, daya saing dan Indek Pembangunan Manusia (IPM) rendah serta kerusakan lingkungan.

"Kita membutuhkan sosok komprehensif yang mumpuni dan detail tentang persoalan ekonomi dan kelautan di Indonesia," kata Samsul.

Kalau saat ini pemerintah sulit keluar dari pertumbuhan ekonomi yang mentok di 5 persen, menurut Pria kelahiran Aceh ini, pemerintah harus melakukan optimalisasi sektor kelautan menuju pertumbuhan ekonomi 7 persen.

Salah satu nama yang cukup menjadi perbincangan di masyarakat, menurut Samsul, adalah sosok Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS. Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 16 November 1958 ini memiliki pengalaman mumpuni sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong di era Presiden Megawati Soekarnoputri priode 9 Agustus 2001 sampai 20 Oktober 2004. Ayah empat anak ini merupakan alumni dan Guru Besar bidang Kelautan dan Perikanan Institut Pertanian Bogor.

“Di tangan orang yang tepat seperti Prof Rokhmin, insha Allah akan mudah tercapai," tambahnya.

Menurut Samsul, Rokhmin yang kini sebagai Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia, yang juga Ketua Dewan Pakar Pengurus Himpunan Pengusaha Nahdliyin ini memiliki pengalaman dan kemampuannya akan mampu dan sangat bisa berbuat banyak untuk mengerek pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen.

"Saya optimis Pak Rokhmin adalah sosok tepat ada di Kabinet Jokowi priode 2019-2024," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Muhamad Karim, mengatakan, Rokhmin Dahuri menjadi salah satu kandidat tepat untuk Menteri Perikanan dan Kelautan.

"Saya tidak pungkiri, karena kalau melihat kapasitasnya Beliau memang memadai, layak ada di Kabinet," kata Karim.

Bila selama periode pertama Pemerintah Jokowi pembangunan perikanan difokusukan pada upaya pemberantasan kejahatan perikanan, menurut Dosen Universitas Trilogi ini, saatnya pada periode kedua peran pengembangan budi daya perikanan memiliki potensi dan kontribusi besar bagi ekonomi nasional.

"Nawa cita pertama tentang poros maritim, budaya maritim terabaikan hanya sebatas sail. Budaya maritim ini bisa diterapkan dalam konteks pendidikan dari paud hingga pendidikan tinggi," ujarnya serius.

Karim menegaskan, kita belum meilhat semua itu. Padahal orientasi ke depan arah pemerintahan kita peningkatan SDM Unggul seiring dengan seruan Presiden Jokowi.

“Sosok menteri ke depan haruslah bisa mendorong sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang perikanan budidaya yang perlu didoron untuk meningkatkan sektor perikanan,” tambah Karim.

Ilustrasi

Diakui Karim, SDM perikanan yang kita miliki masih di bawah standar yang kita inginkan. Jadi, menurutnya, dalam 5 tahun terakhir ini belum ada peningkatan pendidikan SMK di bidang kelautan perikanan dan jumlahnya masih terbatas.

"Bahkan untuk universitas sendiri belum memiliki yang spesifik berbeda dengan Cina dan Korea Selatan. Disana sudah maju sebab sekolah spesifik dengan kelautan perikanan," kata Karim.

"Tidak bisa kita pungkiri, kalau melihat kapasitas Pak Rokhmin memang memadai, layak ada di Kabinet dan bisa menyelesaikan berbagai masalah kelautan dan perikanan," imbuh Karim.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini