nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ninoy Karundeng Ngaku Ada Habib Ingin Membunuhnya lalu Buang Mayat ke Area Kerusuhan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 07 337 2113984 ninoy-karundeng-ngaku-ada-habib-ingin-membunuhnya-lalu-buang-mayat-ke-area-kerusuhan-zTyMIZtzb4.jpg Ninoy Karundeng memberi keterangan pers di Polda Metro Jaya (Okezone.com/Sarah Hutagaol)

JAKARTA - Ninoy Karundeng menceritakan soal kasus penculikan dan penganiayaan dialaminya di sekitar Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Pegiat media sosial sekaligus relawan Jokowi itu mengaku mau dibunuh oleh pelaku yang dia sebut sebagai 'habib'.

Ninoy Karundeng mengaku saat disekap sempat mendengar seseorang yang dipanggil ‘habib’ menginterogasinya dan mengancam akan membelah kepalanya.

"Ada seorang yang dipanggil habib itu memberi ultimatum kepada saya bahwa waktu saya pendek, karena saya akan dibelah kepala saya,” kata Ninoy dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Menurutnya pelaku memukul dirinya sambil menginterogasi. "Dia interogasi dan dia memukuli saya dan pemukulan itu bukan yang pertama, sejak saya masuk setiap ada interogasi, saya selalu dipukuli," ujarnya.

 Ninoy Karundeng

Mendengar ancaman belah kepala, Ninoy Karundeng mengaku memohon kepada pelaku agar jangan dibunuh. Namun, kata dia, sang habib justru menanyakan ambulans ke pelaku lainnya. Di lokasi, ada juga orang mengaku sebagai tim medis.

Baca juga: Polda Metro Tetapkan 11 Tersangka Kasus Penculikan Ninoy Karundeng

Menurut Ninoy Karundeng, pelaku ingin membunuhnya sebelum subuh atau sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Kemudian mayatnya akan dibawa dengan ambulans untuk dibuang ke area kerusuhan saat demo menolak pengesahan Rancangan KUHP dan rancangan undang-undang kontroversi lain sekitar luar Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Sekjen PA 212 Diperiksa Terkait Penculikan Ninoy Karundeng

“Habib ini terakhir menanyakan juga apakah sudah datang ambulans, dan dijawab ambulansnya belum datang. Disuruh menunggu sampai menjelang waktu yang dikatakan sebelum subuh saya harus dieksekusi dan mayat saya nanti diangkut untuk dibuang ke arah kerusuhan,” tutur Ninoy.

Dia menduga sang habib itulah yang merencanakan membunuhnya. “Habib itu yang merancang untuk membunuh saya di situ bersama dengan penyedia ambulans yang mengaku sebagai tim medis.”

Ninoy Karundeng mengaku orang yang mengaku sebagai tim medis sempat menginterogasinya dan membuka akun media sosial miliknya.

"Tim medis ini yang sejak awal menginterogasi, melihat, mengumumkan, mereka juga membuka media sosial saya, setelah tahu nama lengkap, nama asli saya di situ mereka melihat komentar-komentar ataupun tulisan-tulisan saya," papar Ninoy.

Ninoy Karundeng mengaku takut dan trauma setelah kejadian itu, terlebih ada orang yang mencari istri dan anaknya.

"Saya sekarang setiap keluar ke mana-mana saya takut, karena ada seorang yang menanyakan tentang nama istri dan anak saya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini