nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ninoy Karundeng Beberkan Kronologi Penculikan dan Penganiayaan yang Dialaminya

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 17:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 07 337 2113920 ninoy-karundeng-beberkan-kronologi-penculikan-dan-penganiayaan-yang-dialaminya-GyxP3zhjYu.jpg Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng saat berada di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2019). (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)

JAKARTA – Pegiat media sosial yang juga relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, menjelaskan kronologi penganiayaan dan penculikan yang dialaminya di sekitar kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin, pada 30 September 2019.

Sebelum diculik dan dianiaya, Ninoy waktu itu sedang ada di sekitar lokasi demonstrasi di kawasan DPR RI. Ia mengaku ingin mengambil gambar atau foto kondisi aksi massa tersebut.

"Saya sampai di suatu jalan di mana jalan itu sudah ditutup. Terus saya langsung pergi mengikuti arah anak-anak atau orang-orang yang kena gas air mata dibawa," ujar Ninoy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Ninoy Karundeng. (Ist)

Setelah itu, ia diinterogasi beberapa orang dan diseret ke dalam masjid. Ketika identitasnya sebagai relawan Jokowi terbongkar, Ninoy langsung dipukuli.

"Nah saya juga minta dikeluarkan dari tempat itu berkali-kali, tapi saya tidak diizinkan, tidak boleh keluar," katanya.

Saat itu pula, Ninoy memohon untuk tetap dibiarkan hidup oleh orang-orang yang memukulinya. Namun, ia tetap tidak diperbolehkan keluar dan pulang ke kediamannya.

"Saya bermohon untuk tetap hidup karena saya punya anak, istri. Tapi, tetap saja saya tidak diperbolehkan pulang, tetap harus ada disitu," kata Ninoy.


Baca Juga : Polisi: Sekjen PA 212 Diperiksa Terkait Penculikan Ninoy Karundeng

Ninoy dijanjikan akan dipulangkan jika ambulans tiba di lokasi. Namun, karena ambulans tidak kunjung tiba, ia tetap berada di sana hingga esok siang, dan akhirnya diperbolehkan untuk pulang.

"Saya dilepaskan itu karena sudah siang. Terus mereka karena saya bawa motor di situ, nah motor saya minta diambilkan parkir jauh, nah diambilkan sama mereka. Tapi setelah itu motor saya dirusak dan juga kuncinya dibuang. Sehingga tidak ada jalan lain untuk saya pulang sendiri, enggak bisa. Motor tertinggal di situ," tuturnya. (erh)


Baca Juga : Polda Metro Tetapkan 11 Tersangka Kasus Penculikan Ninoy Karundeng

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini