nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkait OTT Bupati Lampung Utara, Mendagri Ingatkan Sumpah Jabatan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 11:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 07 337 2113725 terkait-ott-bupati-lampung-utara-mendagri-ingatkan-sumpah-jabatan-DbfW6vi2d5.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto: Dok Puspen Kemendagri)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo buka suara ihwal operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Tjahjo mengatakan sudah sering mengingatkan para kepala daerah terkait area rawan korupsi. Mulai proyek, dana hibah, dana bantuan sosial, jual-beli jabatan, hingga pembelian barang dan jasa.

Baca juga: Bupati Lampung Utara Tiba di Gedung KPK Pascakena OTT 

Dia menuturkan, kepala daerah harus berhati-hati terhadap area rawan korupsi itu. Bahkan, kepala daerah yang baru dilantik biasanya langsung dibawa Tjahjo ke Gedung KPK. Tujuannya untuk dialog pencegahan praktik rasuah.

"Ini hati-hati. Sampai kepala daerah yang sudah dilantik pun kami bawa ke KPK, dialog dengan KPK," kata Tjahjo ketika berada di Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara tiba di Gedung KPK. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Plt Menkumham ini mengatakan, bila kepala daerah memahami dan menjauhi area rawan korupsi, maka OTT KPK tidak akan terjadi. Namun saat ini masih ada oknum kepala daerah yang belum memahami hal itu sehingga terjaring.

"Kalau ini dijalankan dengan baik, saya yakin tidak akan ada OTT," ucap Tjahjo.

Baca juga: Bupati Lampung Utara Kena OTT KPK, Kemendagri: Pemerintahan Tetap Berjalan 

Lebih lanjut ia mengatakan sebaiknya semua pihak saling mengingatkan untuk tidak berperilaku koruptif. Menurut dia, siapa pun bisa salah, karena itu kewaspadaan dan saling mengingatkan menjadi hal penting.

Tjahjo juga mengingatkan sumpah jabatan kepala daerah untuk tidak korupsi. "Jadi mari kita saling mengingatkan. Saya juga bisa salah. Kalau saling mengingatkan kan baik. Hati-hati aturannya, karena bisa kesalahan karena terima sesuatu, karena kebijakan yang salah juga. Kalau itu semua harusnya paham. Janji sumpah jabatan, ada juga, sekarang masih terus," terangnya.

"Kami sebagai Mendagri hanya mengingatkan. Mari sama-sama mengingatkan, saling menjaga," tutur Tjahjo.

Seperti diberitakan, Tim Penindakan KPK pada Minggu 6 Oktober 2019 malam menggelar OTT di Kabupaten Lampung Utara. Total ada tujuh orang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Mereka terdiri dari Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, dua kepala dinas, pejabat Pemkab Lampung Utara, serta pihak swasta. Ketujuh orang tersebut sedang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Kena OTT KPK, Ini Sosok Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara 

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. (Foto: lampungutarakab.go.id)

Selain mengamankan tujuh orang, Tim KPK juga menyita uang Rp600 juta. Uang itu diduga suap untuk Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum atau Koperindag dari seorang rekanan.

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. Rencananya KPK menggelar konferensi pers untuk mengumumkan status pihak-pihak yang diamankan serta kronologi OTT di Lampung Utara.

Baca juga: OTT Bupati Lampung Utara Diduga Terkait Proyek Dinas PU 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini