nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Perppu KPK, Jokowi Diminta Jangan Takut terhadap Tekanan Politik

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Minggu 06 Oktober 2019 17:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 06 337 2113536 soal-perppu-kpk-jokowi-diminta-jangan-takut-terhadap-tekanan-politik-Hj48EQSPpq.jpg Presiden Jokowi (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta jangan takut terhadap tekanan-tekanan politik yang menginginkan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk membatalkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

Hal itu dikatakan oleh pengamat politik hukum Bambang Saputra, Minggu (6/10/2019).

"Mengenai desakan kepada Presiden Jokowi untuk segera menerbitkan Perppu tentang KPK, ini justru dapat dinilai sangat absurd," kata Bambang.

Baca Juga: Survei LSI : Mayoritas Publik Setuju Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Pasalnya, terang Bambang, desakan agar presiden menerbitkan Perppu KPK itu muncul tidak lama setelah revisi UU KPK disahkan oleh DPR, setelah melalui pembahasan panjang dan komperehensif bersama pemerintah.

"Secara prinsip revisi UU KPK yang sudah disahkan DPR itu tidak bertentangan dengan konstitusi, akan tetapi kemungkinan bertentangan dengan keinginan personal atau kelompok tertentu. Dalam alam demokrasi itu wajar-wajar saja. Mana mungkin UU dibuat bisa menyenangkan hati semua orang. Sebagian yang tidak senang itu mungkin karena ada kepentingan kelompok yang tidak terakomodir, dan kepentingan itu tergerus prinsip-prinsip keadilan yang termaktub dalam UU tersebut," tuturnya.

Gedung KPK

Oleh karena itu, sambung Bambang, adanya pihak dan sebagian publik yang mendesak agar presiden segera mengeluarkan Perppu KPK, sesungguhnya tindakan itu sesuatu yang memalukan.

Ketua Dewan Pakar Lembaga Aspirasi dan Analisis Strategis itu mengingatkan Presiden Jokowi agar tetap objektif dan cekatan dalam mengambil sikap. Dia juga berharap mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak takut dengan tekanan-tekanan politik yang bernada inkonstitusional dari pihak manapun demi kepentingan bangsa.

"Untuk mengambil sikap bijak itu sudah banyak pertimbangan-pertimbangan baik secara sosiologis maupun yuridis yang telah nyata dan sangat rasional terpaparkan di publik," kata dia.

Baca Juga: Demokrat Serahkan soal Penerbitan Perppu UU KPK ke Jokowi

Di samping itu, Bambang juga meminta pegawai KPK bekerja mengutamakan kepentingan publik. Bambang tidak ingin pegawai KPK memperluas kepentingan penolakan UU KPK sampai mengorbankan publik. Menurut dia, KPK harus profesional, bukan bekerja seperti lembaga politik.

"KPK adalah pengguna produk undang-undang dan bukan pembuatnya, maka KPK tidak perlu melakukan manuver-manuver politik dengan cara-cara yang melanggar etis. Dan terakhir, pimpinan KPK yang mengembalikan mandat itu sejatinya tidak tahu hukum, atau menunjukkan emosional kebodohannya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini