nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Banten Tangkap Pelajar Pembuat Grup WA STM/K Provokatif

Mahesa, Jurnalis · Minggu 06 Oktober 2019 11:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 06 337 2113464 polda-banten-tangkap-pelajar-pembuat-grup-wa-stm-k-provokatif-d4NrtRzGFO.jpg Pelajar ditangkap karena membuat grup WA provokatif (Foto: Mahesa)

SERANG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten mengamankan seorang pelajar berinisial AG (16), Minggu (6/10/2019). AG ditangkap karena membuat Whatsapp Group (WAG) Provokatif, yaitu WAG "STM/K Penerus Bangsa".

Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir menjelaskan, AG diamankan lantaran diduga telah membuat konten provokatif melalui grup WA tersebut. AG merupakan pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (STM/K) di Pandeglang, Banten.

"Di hadapan anggota Ditreskrimsus Polda Banten AG mengakui telah membuat grup WA melalui handphone miliknya. Hal ini agar para siswa (STM/K) ramai-ramai mengikuti demo di DPR RI beberapa waktu lalu. WAG itu dia buat lantaran terpengaruh ajakan dari konten provokatif lainnya di media sosial, yang di-share di grup FB, mengambilnya dan meneruskannya ke WAG lainnya," kata Kapolda.

Baca Juga: Hendropriyono: Polisi Jangan Ragu Tangkap Dalang Kerusuhan

Ilustrasi

Untuk jumlah peserta grup, Kapolda menerangkan, terakhir ada sekitar 218 peserta dan AG adalah admin grup dalam WAG STM/K, Penerus Bangsa yang mengarah kepada provokatif ini.

"Peserta grup di WAG itu beranggotakan para pelajar SMK. Pertama kali dibuat oleh yang bersangkutan tertanggal 27 September 2019," ujar Kapolda.

Sementara itu, Kasubdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Wiwin Setiawan mengungkapkan, terhadap AG dilakukan pendekatan restorative justice. Restorasi justice merupakan upaya penyelesaian kasus terhadap masyarakat atau korban dan atau tersangka berdasarkan berbagai pertimbangan yang ada.

"Pelaku masih di bawah umur dan berdasarkan penyelidikan, tidak ditemukan AG didapati riwayat percakapan apapun di dalam grup itu. Perlu ditekankan bahwa AG hanya pembuat grup, tidak pernah mengirimkan pesan atau konten apapun," katanya.

Baca Juga: Cerita Pelajar Ikut Demo, Terpengaruh Isu Medsos dan Tak Mengerti Isi Tuntutan

Menurut keterangan AG, kata Wiwin, ada atau saran dari seseorang yang menyuruhnya untuk membuat grup 'Penerus Bangsa. Informasi tersebut masih terus diselidiki dan didalami kepolisian.

"AG masuk sebuah grup Facebook STM Se-Bogor, kemudian atas salah satu saran dari anggotanya untuk membuat grup WhatsApp," katanya.

Setelah AG membuatnya, link tautan grup itu oleh orang yang saat ini dilakukan pendalaman kemudian di share di grup Facebook STM Se-Bogor. "Masih dilakukan penyelidikan," katanya.

Kepada oknum pelajar tersebut, pihaknya menerapkan sistem restorative justice, pembinaan mental dan persuasif. Pelaku tidak ditahan, namun berdasarkan aturan hukum yang bersangkutan dilakukan pendekatan edukatif.

Kemudian, menyampaikan hal ini ke pihak orangtuanya, pihak sekolahnya untuk lebih mengawasi. Pihaknya juga memberikan pencerahan tentang tanggung jawab sang pembuat admin grup, potensi kerawanan hoax serta konten-konten provokatif yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dengan harapan, anak tersebut paham dan tidak mengulangi perbuatannya serta bisa jadi membantu Polri untuk berikan pencerahan bagi pemuda dan pelajar lainnya, agar tidak mudah terprovokasi dan apalagi menjadi provokator melalui penggunaan media sosial yang bijak dan santun.

Wiwin mengimbau masyarakat agar bijaksana dalam bermedia sosial. Kemudian, kepada masyarakat sebagai admin admin group, agar bisa bertanggung jawab terhadap lalu lintas komunikasi percakapan di grup, seleksi orang-orang yang ada di grup, kendalikan komunikasi sebagai bentuk tanggung jawab moril karena sebagai admin grup.

"Ingatkan jika ada anggota grup yang menyimpang, buat aturan grup dalam deskripsi grup, sebagai acuan bagi seluruh anggota. Mari kita jaga persatuan, persaudaraan serta pelihara keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini