nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Impian Renovasi Rumah Orangtua Kandas Setelah Jadi Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 05 Oktober 2019 00:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 05 337 2113132 impian-renovasi-rumah-orangtua-kandas-setelah-jadi-korban-ambruknya-jembatan-di-taiwan-T3FJMXJ0gT.jpg Rumah Orangtua Korban Ambruknya Jembatan di Taiwan (Foto: Okezone/Fathnur)

CIREBON - Taman (41) sangat terkejut ketika mendengar kabar adiknya, Wartono (29) meninggal dunia setelah menjadi korban ambruknya jembatan di Nanfangao, Yilan, Taiwan pada Selasa, 1 Oktober sekira pukul 09.30 waktu setempat.

Di kediamannya di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Taman sempat menceritakan rencana Wartono yang belum terwujud hingga akhir hayatnya, yakni merenovasi rumah orangtuanya. Rumah tersebut terletak tidak jauh dari kediaman Taman.

Kondisi rumah peninggalan orangtua mereka memang sangat memprihatinkan. Nampak beberapa bagian temboknya jebol dan kayunya sudah mulai lapuk. Taman sendiri mengaku tidak berani untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Ia khawatir jika nanti rumah itu bisa saja ambruk secara tiba-tiba.

"Dia punya keinginan untuk bangun rumah orangtua. Dia enggak pernah kirim ke sini. Dia selalu menyimpan gajinya," ungkap Taman saat ditemui Okezone, Jumat (4/10/2019).

Ambruk

Baca Juga: Keluarga Harap Jenazah WNI Korban Jembatan Ambruk di Taiwan Segera Dipulangkan

Taman menjelaskan, Wartono merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Mendiang kedua orangtuanya yang bernama Dakina dan Ruwenda dulu bekerja sebagai petani. Ia mengungkapkan, sejumlah anggota keluarganya sempat merasakan firasat, sebelum Wartanto menjadi korban ambruknya jembatan di Nanfangao, Yilan, Taiwan.

"Dia anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Rata-rata saudara saya bekerja di luar negeri. Kita sempat merasakan firasat itu, bahkan istri saya juga merasakan" sambungnya.

Menurut penuturan Taman, saat kejadian Wartanto sedang beristirahat di kapal ikan tempatnya bekerja. Ketika itu, kapalnya memang sedang bersandar di sekitar jembatan untuk mengisi bahan bakar.

Setelah jembatan tersebut ambruk, selang beberapa jam jenazah Wartanto akhirnya berhasil dievakuasi. Taman sendiri mengetahui kabar tersebut dari kedua saudara lainnya yang bekerja di Taiwan.

"Saya berharap jenazah adik saya bisa segera dipulangkan, " tambahnya.

Taman mengatakan, selain menunggu informasi kepulangan jenazah adiknya, Taman berencana akan mencari tahu, mengapa Wartono tidak mendapat hak-haknya seperti asuransi dan sebagainya.

"Infonya dari PT kalau hak Wartono di Indonesia tidak ada seperti asuransi dan sebagainya. Mereka beralasan karena lebih dari tiga tahun. Saya mau mencari keadilan. Mereka hanya menjanjikan untuk mengusahakan saja," ucap dia.

Masih kata Taman, pihak perusahaan yang memberangkatkan adiknya ke Taiwan memang sempat mendatangi rumahnya. Namun, kedatangan mereka hanya sekedar mengkonfirmasi dan menyerahkan dokumen pribadi yang dimiliki adiknya.

"Mereka kemarin datang. Saya dapat dokumen milik Wartanto dari mereka, " imbuhnya.

Atas kejadian yang menimpa Wartanto tersebut, beberapa saudara Taman yang bekerja di luar negeri, akan mengambil cuti dan pulang ke Cirebon.

"Kami semuanya saling bantu. Ada yang modalin buat ngeberangkatin satu sama lain, " pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini