nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Bupati Cirebon Sunjaya Samarkan Uang Korupsi ke Tanah & Mobil

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 22:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 04 337 2113103 eks-bupati-cirebon-sunjaya-samarkan-uang-korupsi-ke-tanah-mobil-74EkTvxXz8.jpg ilustrasi

JAKARTA ‎- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra (SUN) sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sebelum dijerat TPPU, Sunjaya telah divonis bersalah karena menerima suap terkait sejumlah perizinan di Pemkab Cirebon.

Dalam perkara TPPU, Sunjaya diduga menyamarkan serta mengalihkan uang hasil suap dan gratifikasinya sebesar Rp51 miliar ke sejumlah aset. KPK mengungkap uang haram hasil korupsi Sunjaya disamarkan ke aset berupa tanah dan mobil.

"‎Diduga tersangka SUN, Bupati Cirebon melakukan perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menitipkan uang hasil gratifikasi," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat mengelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2019).

Ilustrasi

Dipaparkan Laode, untuk menyamarkan uang hasil korupsinya, Sunjaya menggunakan rekening atas nama pihak lain. Namun, uang yang ada di rekening tersebut nantinya akan digunakan untuk kepentingan Sunjaya.

‎Tak hanya itu, Sunjaya juga menyamarkan uang hasil korupsinya dengan membeli tanah di‎ Kecamatan Talun Cirebon sejak tahun 2016 sampai 2018 senilai Rp9 miliar. Tanah tersebut dibeli Sunjaya melalui bawahannya agar tidak terlacak KPK.

Baca Juga : KPK Cegah Petinggi Hyundai hingga Bu Camat ke Luar Negeri

Sunjaya juga menyamarkan hasil korupsinya dengan membeli tujuh ‎mobil. Tujuh mobil tersebut yakni, Honda H-RV, B-RV, Honda Jazz, Honda Brio, Toyota Yaris, Mitsubishi Pajero Sport Dakar, dan Mitsubishi GS41. Pembelian mobil tersebut juga dilakukan Sunjaya melalui bawahannya.

"Perbuatan-perbuatan tersebut diduga dilakukan dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan," ucapnya.

Atas perbuatannya, Sunjaya disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini