nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tetapkan Eks Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra Tersangka Pencucian Uang

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 20:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 04 337 2113060 kpk-tetapkan-eks-bupati-cirebon-sunjaya-purwadisastra-tersangka-pencucian-uang-Y4fIo4TAoD.jpg Mantan Bupati Cirebon Sunjaya (Foto : Cirebon.go.id)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra (SUN) sebagai tersangka. Kali ini, Sunjaya dijerat dengan Pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sunjaya sendiri sebelumnya telah dijerat oleh KPK terkait perkara suap dan gratifikasi sejumlah perizinan di Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dia telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada PN Bandung karena terbukti menerima suap.

‎"KPK meningkatkan status perkara Tindak Pidana Pencucian Uang ke penyidikan dan menetapkan SUN Bupati Cirebon periode 2014 – 2019 sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).

Dalam perkara ini, Sunjaya diduga telah menerima gratifikasi sekira Rp41,1 miliar saat menjabat sebagai Bupati Cirebon. Gratifikasi sebesar Rp41,1 miliar tersebut disinyalir berasal dari pengusaha terkait proyek pengadaan barang atau jasa sekira Rp31,5 miliar.

Bupati Cirebon Sunjaya

Kemudian, penerimaan gratifikasi terkait mutasi Jabatan di lingkungan Pemkab Mojokerto dari ASN sekira Rp3,09 miliar, setoran dari Kepala SKPD atau OPD sejumlah Rp5,9 miliar, serta terkait perizinan galian dari pihak yang mengajukan izin lainnya sebesar Rp500 juta.

"Tersangka SUN selaku Bupati Cirebon juga tidak melaporkan gratifikasi tersebut kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja sebagaimana diatur Pasal 12 C UU Nomor 20 Tahun 2001,"‎ imbuh Laode.

Tak hanya itu, kata Laode, Sunjaya juga disangka menerima hadiah atau janji terkait perizinan PLTU 2 di Kabupaten Cirebon sebesar Rp6,04 Miliar dan perizinan properti di Cirebon sebesar Rp4 Miliar. Sehingga, total penerimaan Sunjaya dalam perkara ini sekira Rp51 Miliar.

Dari sejumlah penerimaan suap dan gratifikasi tersebut, Sunjaya diduga telah mengalirkan uang haramnya ke sejumlah rekening dan aset. Aliran suap dan gratifikasi Sunjaya dialihkan ke ‎rekening nominee atas nama pihak lain, namun uangnya tetap digunakan untuk kepentingan tersangka.

Sunjaya juga diduga mengalihkan uang haramnya ke aset berupa tanah yang dibeli lewat bawahannya. Sunjaya melalui bawahannya membeli aset berupa tanah di Kecamatan Talun Cirebon sejak tahun 2016 sampai 2018 senilai Rp9 Miliar. Transaksi tersebut dilakukan secara tunai dan kepemilikan diatasnamakan pihak lain.

Baca Juga : Sunjaya Jabat Bupati Cirebon 2019-2024 Hanya 15 Menit Lalu Diberhentikan

Baca Juga : DPR Segera Bentuk Alat Kelengkapan Dewan

Selain itu, Sunjaya juga disebut memerintahkan bawahannya untuk membeli tujuh kendaraan bermotor yang diatasnamakan pihak lain. Sejumlah kendaraannya itu yakni, Honda H-RV, B-RV, Honda Jazz, Honda Brio, Toyota Yaris, Mitsubishi Pajero Sport Dakar, dan Mitsubishi GS41.

"Perbuatan-perbuatan tersebut diduga dilakukan dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan," kata Laode.

Atas perbuatannya, Sunjaya disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini