nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap 3 Pembuat Hoaks Video Yel TNI 'Macan Jadi Kucing'

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 17:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 04 337 2112980 polisi-tangkap-3-pembuat-hoaks-video-yel-tni-macan-jadi-kucing-XlRK5sNDCe.jpg Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo (Foto: Puteranegara Batubara)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tiga orang tersangka penyebar hoaks yang mengedit yel-yel anggota TNI menjadi caption "Macan jadi Kucing". Video editan itu viral di media sosial (medsos).

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo mengungkapkan, pelaku sengaja mengedit salah satu video anggota TNI yang sedang melakukan gerakan yel-yel. Sedangkan, para pelaku itu mengubah yel pasukan loreng itu menjadi "Macannya jadi Kucing".

"Dengan hasil sebuah video di mana pasukan TNI sedang melakasanakan gerakan yel-yel sementara untuk suara hasil suntingan dari rekaman suara yel-yel salah satu suporter bola dalam sebuah pertandingan di stadion," kata Rickynaldo dalam jumpa pers di Humas Polri, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Baca Juga: Sebar Berita Hoaks Warga Tewas Dicekik Polisi, Karyawan Swasta Ditangkap

Ilustrasi

Adapun identitas ketiga tersangka itu adalah, Dini Andika alias Andika Phe-toys (34), Maryanto alias Marrio Marrianto Rossoneri (36) dan Abdul Rohman alias Rohman Abd (32).

"Dari hasil editing video tersebut disebarkan melalui semua media sosial dan juga dark sosial, seperti di grup-grup WA dan telegram," ujar Rickynaldo.

Menurut Rickynaldo, berdasarkan hasil analisa dan pemeriksaan jajarannya, motif para pelaku itu mengedit yel TNI tersebut untuk berupaya memecah belah sinergitas antara TNI-Polri.

Baca Juga: Beredar Hoaks Faisal Amir Korban Demo di DPR Meninggal Dunia

Pemecahan sinergitas itu, kata Rickynaldo, sebagai upaya untuk menyeret dan memperkeruh suasana soliditas TNI-Polri ketika melakukan pengamanan nasional yang beberapa lalu dipenuhi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat.

"Pelaku menyebarkan video yel-yel TNI tersebut dalam akun media sosial adalah dengan maksud pelaku merasa terbawa suasana dan juga pelaku mencari perhatian netizen, agar postingannya tersebut banyak respons /tanggapan dan komentar dari teman netizen," ujar Rickynaldo.

Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 27 Ayat (3) dan/atau Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP dan/atau Pasal 208 KUHP dengan ancaman pidana hukuman 9 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini