nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moeldoko Sebut Keputusan soal Perppu UU KPK bak Buah Simalakama

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 04 Oktober 2019 14:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 04 337 2112872 moeldoko-sebut-keputusan-soal-perppu-uu-kpk-bak-buah-simalakama-k7x35we6b0.jpg Moeldoko. (Foto: Achmad F/Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) mengaku pihaknya selalu membuka diri untuk berdialog dengan masyarakat, termasuk mahasiswa yang mengeluarkan protes hingga berdemonstrasi di Gedung DPR RI.

Moeldoko menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu berupaya mendengarkan masukan semua pihak dalam menjalankan pemerintahan.

"Karena itu teman-teman mahasiswa ingin diskusi, ya kita tampung. Apa sih yang dipikirkan, kita dengerin dengan baik, saya juga memberikan pemahaman bahwa dalam bernegara ini bukan hanya mahasiswa saja yang didengar, semuanya juga didengar oleh Presiden. Itulah Presiden juga membuka pintu Istana seluas-luasnya, semuanya didengarkan dengan baik," ujar Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Moeldoko memastikan bahwa pemerintah masih mengkaji soal penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 32 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jokowi.

Mantan Panglima TNI itu menerangkan bahwa pihaknya juga tengah mengkalkuliasikan semua kemungkinan, termasuk ancaman mahasiswa yang akan kembali turun ke jalan jika Pemerintah belum mencabut UU KPK hingga 14 Oktober.

"Ya semua nanti kan, akan dikalkulasi. Terus juga kemarin saya pesan kepada mahasiswa, jangan pakai bahasa ‘pokoknya’-lah, kita itu memikirkan Negara itu persoalnnya besar, semua harus dipikirkan, semua harus didengarkan, mesti ada, semua warga negara juga bijak gitu di dalam menyikapi semua keputusan," ucapnya.

Menurut Moeldoko, persoalan UU KPK ini seperti buah simalakama. Sebab, terdapat kelompok yang mendukung UU KPK dan kelompok lainnya menolak keras UU KPK.

"Karena keputusan itu seperti simalakama, enggak dimakan bawa mati, dimakan ikut mati, kan begitu, cirinya memang begitu. Jadi memang tidak ada keputusan yang bisa memuaskan semua pihak," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini