nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Sebut Bom Rakitan Dosen IPB Berdaya Ledak Luar Biasa

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 14:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 04 337 2112865 polisi-bom-rakitan-dosen-ipb-berdaya-ledak-luar-biasa-MyAQMBcXyo.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan barang bukti bom yang disita terkait penangkapan Dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith, bukan kategori bom molotov.

Menurut Asep, bom yang diduga untuk ciptakan kerusuhan di aksi Mujahid 212 itu, adalah bom rakitan. Pasalnya, bom itu memiliki daya ledak yang tinggi atau High Explosive.

"Yang perlu kami tegaskan bahwa 29 barang yang diduga bom rakitan ini adalah betul-betul bom yang mempunyai daya ledak dan daya penghancur luar biasa. Kalau kita lihat kembali posisi barang bukti kemarin. Mohon dipahami, ini bukan bom molotov. Ini bom berdaya ledak, tidak sesederhana bom molotov," kata Asep, Jumat (4/10/2019).

Bom rakitan Dosen IPB (Foto : Istimewa)

Asep menjelaskan, unsur bahan peledak tinggi terpenuhi dengan ditemukannya adanya sumbu yang memberikan picuan.

Sumbu tersebut terdiri dari bubuk atau serbuk korek api dan bahan berbahaya lainnya. Andaikan meledak, Asep menuturkan daya hancurnya akan tinggi.

"Di dalam ini ada juga paku. Andaikan ini meledak, daya hancurnya lebih tinggi. Tidak sesederhana bom molotov. Dampak pecahan kaca ini kan dirakitnya dalam satu botol. Kacanya akan menjadi bagian yang membahayakan," ujar Asep.

Baca Juga : Abdul Basith Dikenal sebagai Dosen Baik

Sebelumnya, polisi telah menetapkan Abdul Basith sebagai tersangka karena diduga merencanakan demo rusuh dengan menyiapkan bahan-bahan peledak. Abdul ditangkap di Tangerang bersama sejumlah orang oleh tim Polda Metro Jaya dan Densus 88 sekitar Sabtu dini hari, 28 September 2019.

Mereka, dijerat dengan sejumlah pasal, salah satunya Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak. (aky)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini