nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Gubernur Jabar Aher Diperiksa KPK Terkait Suap Meikarta

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 13:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 04 337 2112849 eks-gubernur-jabar-aher-diperiksa-kpk-terkait-suap-meikarta-JQps1JxzPC.jpg Ahmad Heryawan memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan KPK (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan (Aher) memenuhi panggilan ulang tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Ia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta.

Pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Aher tiba untuk diperiksa sekira pukul 13.00 WIB dengan mengenakan kemeja batik. Aher rencananya akan digali keterangannya untuk penyidikan tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar non-aktif, Iwa Karniwa (IWK).

"Ahmad Heryawan diperiksa sebagai saksi untuk IWK. Sebagai penjadwalan ulang dari agenda sebelumnya," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (4/10/2019).

Baca Juga: KPK Periksa 3 Saksi Terkait Suap Meikarta 

Sebelumnya, Aher dipanggil untuk dimintai keterangannya pada Jumat 20 September 2019. Namun, Aher mangkir alias tidak menghadiri panggilan pemeriksaan dengan alasan sedang berada di luar negeri. 

Ahmad Heryawan

Aher pernah diperiksa KPK pada 27 Agustus 2019. Saat itu, Aher dicecar oleh penyidik terkait fungsi Badan Koordinasi Penata Ruang Daerah (BKPRD).‎ Kendati demikian, belum diketahui apa yang akan digali kembali oleh penyidik terhadap Aher pada hari ini.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat (Jabar) non-aktif, Iwa Karniwa (IWK). Dia tetapkan sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin mega proyek Meikarta di Cikarang.

Iwa Karniwa diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta.

Baca Juga: 2 Ajudan Sekda Jabar Iwa Karniwa Diperiksa KPK 

Selain Iwa, KPK juga telah menetapkan mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara ini.

Bartholomeus diduga bersama-sama dengan terpidana kasus korupsi ini yaitu, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.‎

Mereka diduga menyuap mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar. Uang tersebut untuk mengurus IPPT terkait pembangunan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini