nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buzzer Jokowi Disebut Tak Tersentuh Hukum, Ini Reaksi Istana

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 01:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 03 337 2112661 buzzer-jokowi-disebut-tak-tersentuh-hukum-ini-reaksi-istana-R3C3ftP3Qt.jpg Kepala Staff Presiden (KSP) Moeldoko (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko enggan mengomentari adanya kesan buzzer Jokowi tak tersentuh hukum. Diketahui polisi tak pernah mengusut tuntas setiap laporan yang melibatkan Denny Siregar dan Permadi Arya alias Abu Janda.

"Saya tidak pada posisi itu ya. Tidak bisa mengomentari itu karena itu sektornya kepolisian. Menurut kita enggak tapi menurut kepolisian iya, kita posisinya tidak bisa justifikasi itu," ujar Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Orang Buzzer Terkait Video Hoaks Server KPU Menangkan Jokowi 

Ilustrasi (foto: Shutterstock)

Moeldoko membantah bahwa menjadi pembina para buzzer pendukung Jokowi itu. Menurut dia, buzzer di media sosial itu tak pernah satu komando dan merupakan para relawan Jokowi sehingga menjadi pendukung fanatik.

"Justru kita KSP itu mengimbau 'udah kita jangan lagi seperti itu'. Beberapa kali saya sudah ngomong kan, janganlah kita politik yang kita kembangkan itu, kalau saya boleh mengatakan politik kasih sayang. Nah itu lebih bagus," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu menerangkan, Presiden Jokowi bukan pemimpin yang antikritik dengan menjadikan para buzzer media sosial sebagai tameng citranya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak alergi dengan kritik.

"Kita tidak ada alergi terhadap kritik, enggak. Tapi ya tadi itu harus bisa membedakan antara kritik dengan penghinaan. Kalau sepanjang kritik oke-oke saja, biasa," imbuhnya.

Baca Juga: Lemkapi Nilai Isu Buzzer Akun Opposite6890 Upaya Menyeret Polri ke Ranah Politik 

Moeldoko menerangkan bahwa Presiden Jokowi telah mengagendakan pertemuannya denga para pendukung fanatiknya tersebut agar tak membuat situasi politik menjadi panas lewat dunia maya.

"Melalui top leadernya. Kan setiap komunitas ada pimpinannya, kita juga sering diskusi bagaimana membawa suasana ini menjadi baik," tandasnya. 

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini