nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Endus Anak Rizal Djalil Terima Uang Suap Proyek SPAM KemenPUPR

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 21:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 03 337 2112624 kpk-endus-anak-rizal-djalil-terima-uang-suap-proyek-spam-kemenpupr-YcGVnirgJU.jpg ilustrasi

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya dugaan uang suap ‎proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) KemenPUPR yang mengalir ke anak auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil (RIZ) bernama Dipo Nurhadi Ilham. Rizal Djalil sendiri merupakan tersangka dalam kasus ini.

Dugaan aliran uang suap tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa Dipo Nurhadi Ilham, pada hari ini. Dipo diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka sekaligus yakni, Rizal Djalil dan Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminta Prasetyo (LJP)

"KPK mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan aliran dana dari LJP‎, termasuk kepada salah satu saksi yang merupakan anak tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Jubir KPK Febri Diansyah

KPK sendiri menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi dalam kasus ini. Tapi, ada satu saksi yang tidak hadir alias mangkir pada pemeriksaan kali ini. Satu saksi tersebut yakni, Karyawan Swasta, Columbanus Priaardanto alias Danto.

"Belum diperoleh informasi ketidakhadiran yang bersangkutan," ucap Febri.

Baca Juga : KPK Sita Dokumen Proyek SPAM Kemen-PUPR Usai Geledah PT Minarta Dutahutama

Sebelumnya, KPK telah menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil dan Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di KemenPUPR.

Penetapan terhadap keduanya dilakukan setelah KPK mencermati fakta-fakta persidangan terkait perkara ini.

Rizal diduga menerima suap dari Leonardo dengan total nilai 100.000 dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura. Uang tersebut diserahkan Leonardo kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga.

Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Rizal disinyalir meminta proyek tersebut kepada petinggi SPAM KemenPUPR untuk kemudian dikerjakan proyek oleh perusahaan Leonardo.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Rizal‎ disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan yang diduga sebagai pemberi suap, Leondardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini