nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa 3 Mantan Petinggi PT Garuda Indonesia Terkait Suap Pengadaan Pesawat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 10:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 03 337 2112297 kpk-periksa-3-mantan-petinggi-pt-garuda-indonesia-terkait-suap-pengadaan-pesawat-QrX6EUR3tm.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga mantan petinggi PT Garuda Indonesia (Persero), pada hari ini. Tiga petinggi PT Garuda Indonesia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls Royce PLC.

Ketiganya yakni, mantan Dirut PT Garuda Indonesia (Persero)‎ sekaligus mantan Plh Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia, Muhammad Arif Wibowo; Mantan Eksekutif Project ‎Manager PT Garuda Indonesia, Kapten Agus Wahjudo, serta mantan Direktur Tekhni, dan Pengelola Armad PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno.

"Ketiganya akan‎ diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

 Baca juga: KPK Periksa 5 Eks Pejabat PT Garuda Indonesia Terkait Suap Pengadaan Pesawat

Dalam perkara ini, mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo‎ telah ditetapkan sebagai tersangka kasus‎ dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

 Baca juga: Mantan Direktur PT Garuda Indonesia Dipanggil KPK Terkait Suap Pesawat

Kemudian, KPK mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp‎100 miliar.

Lantas, KPK menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015. Satu tersangka baru tersebut yakni eks Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT. Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008 - 2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini