nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemindahan Ibu Kota Negara Diharapkan Jadi Visi Baru Indonesia

Rizka Diputra, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 07:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 03 337 2112245 pemindahan-ibu-kota-negara-diharapkan-jadi-visi-baru-indonesia-Z9uR2Hqeum.jpg Desain ibu kota negara baru di Kalimantan Timur (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Beban Jakarta sebagai Ibu Kota negara sekaligus pusat bisnis Indonesia sudah terlalu berat dan perlu dicari solusinya. Sebut saja masalah kemacetan yang tiada kunjung selesai, tingginya angka polusi hingga populasi jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan Ibu Kota negara ke Kalimantan Timur dinilai sangat tepat. Pemindahan Ibu Kota baru ini sudah sepatutnya mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

"Keputusan Presiden Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur sudah tepat," ucap buru besar FEB Universitas Gajah Mada (UGM), Mudrajad Kuncoro.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara Focus Discussion Group (FGD) bertema 'Ibu Kota Baru Indonesia Maju' yang digelar Relawan Jokowi (ReJO) di Menara Batavia, Jakarta, Rabu 2 Oktober 2019 kemarin.

Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sidarto Danusubroto berujar bahwa, keputusan pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur adalah pengejawantahan dari pikiran pemimpin Indonesia terdahulu.

Diskusi soal pemindahan Ibu Kota

Rencana pemindahan Ibu Kota, kata dia, telah lama digemakan secara visioner oleh Presiden Soekarno, kemudian Presiden Soeharto menggagas kawasan Jonggol sebagai alternatif kala itu.

"Namun belum sempat terlaksana berbagai kajian yang telah ada sebelumnya, oleh Presiden Jokowi disempurnakan kemudian ditetapkan sebagaimana yang telah disampaikan beliau beberapa waktu lalu," kata Sidarto dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur diharapkan menjadi visi baru Indonesia, dengan konsep pembangunan yang holistik. "Tidak lagi seperti hanya terkonsentrasi di pulau Jawa saja," tuturnya.

Senada, mantan Menakertrans, Erman Soeparno meyakini bahwa dalam pemindahan Ibu Kota, pemerintah tentu telah melakukan kajian mendalam dan berbagai pendekatan.

"Saya yakin Presiden Jokowi dan pemerintah sudah melakukan berbagai pendekatan, seperti sosial budaya, ekonomi, lingkungan hidup dan lain-lain. Tinggal pendekatan politik yang perlu dikuatkan," kata Erman.

Adapun soal pro kontra mengenai pemindahan Ibu Kota negara dinilai sebagai hal yang wajar. Sebagian pihak memang mengkhawatirkan proyek ini akan mengorbankan hutan atau lahan hijau di Tanah Borneo. Namun, Ketum Partai Demokrat tahun 2001-2005 Subur Budhisantoso menyebut persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Pemindahan Ibu Kota banyak diartikan babat alas. Itu salah. Di sana kita tidak babat alas sama sekali. Karena disana sudah ada pendukuk baik pendatang maupun asli," ucap Subur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini