nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Batasi Langkah Menteri agar Tak Blunder di Akhir Masa Jabatan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 07:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 03 337 2112231 jokowi-batasi-langkah-menteri-agar-tak-blunder-di-akhir-masa-jabatan-rzPiTecxMQ.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pidato Kenegaraan DPD-DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (foto: Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA - Periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebentar lagi akan segera habis. Ia akan segera menjalani periode kedua bersama KH Ma'ruf Amin setelah dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Jelang penghabisan masa jabatan itu, Jokowi kini membatasi langkah para menteri di kabinetnya untuk membuat kebijakan yang berdampak panjang.

Baca Juga: Masa Kerja Tinggal 18 Hari, Jokowi Batasi Langkah Menterinya 

Presiden Jokowi juga meminta pelaksana tugas (Plt) menteri yang ada untuk segera menyelesaikan program kerja yang belum terlaksana tanpa adanya kebijakan baru.

Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Pelantikan Anggota DPR  

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, langkah yang diambil oleh Presiden Jokowi untuk mengantisipasi potensi kebijakan yang keliru di akhir jabatannya di periode pertama.

Terlebih kata Adi, saat ini kondisi di Indonesia tidak kondusif dengan maraknya aksi unjuk rasa yang terjadi. "Sepertinya Jokowi tak mau ada menterinya yang blunder dengan kebijakan tak populis karena kondisi saat ini sangat tak kondusif," kata Adi kepada Okezone, Kamis (3/10/2019).

"Terutama setelah beberapa hari demontarasi mahasiswa tanpa henti. Jokowi tentu tak mau berspekulasi di akhir jabatannya," sambung Adi.

Baca Juga: Jokowi Tunjuk Tjahjo Kumolo sebagai Plt Menkumham 

Dalam situasi yang tidak stabil seperti saat ini kata dia, pemerintah harus memperhatikan setiap langkah sekecil apapun yang akan diambil. Sebab hal itu bisa membahayakan pemerintah.

"Di tengah suasanya yang tak menentu mesti hati- karena sesuatu yang sederhana bisa jadi serius," tukasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini