nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Jambi Tangani 12 Kasus Korporasi dan 41 Pelaku Karhutla

Azhari Sultan, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 02:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 03 337 2112199 polda-jambi-tangani-12-kasus-korporasi-dan-41-pelaku-karhutla-qpLAOwczgX.jpg Polda Jambi Melakukan Penyegelan Lahan Terkait Adanya Karhutla di Jambi (foto: Okezone/Azhari Sultan)

JAMBI - Sejak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi, Polda Jambi terus berupaya menangani kasus ini baik yang melibatkan korporasi atau per orangan.

Saat ini, Polda Jambi telah menangani 12 perusahaan (korporasi), dua di antaranya sudah tersangka dan 41 orang tersangka dari per orangan dalam kasus Karhutla di Jambi.

Direktur Reserse Kriminal khusus Polda Jambi Kombes Thein Tabero mengatakan pihaknya telah menetapkan 2 perusahaan sebagai tersangka dan 10 masih tahap lidik. Dan 41 perorangan menjadi tersangka.

"Ada sebanyak 27 laporan polisi yang diterima. Dengan rincian berstatus sidik 17 kasus, tahap 1 satu kasus, P19 6 kasus, tahap 2 sebanyak 3 kasus. Untuk total tersangka perorangan 41 orang. Untuk korporasi sudah ditetapkan 2 tersangka, dengan luas areal lahan terbakar 1.544,74 hektar," ungkap Thein, Rabu (2/10/2019)

Penyegelan Lahan Akibat Karhutla oleh Polda Jambi (foto: Okezone/Azhari Sultan) 

Dari data yang dihimpun, tersangka perorangan dididuga pembakar lahan, terdiri dari Polda Jambi 1 laporan Polisi dan 1 orang tersangka dengan luas lahan terbakar 2 hektare (status masih sidik)

Selanjutnya, Polres Tebo 5 laporan Polisi dengan tersangka 5 orang dengan luas lahan yang dibakar 34 hektare. Ini berstatus P19 3 orang dan sidik 2. 

Polres Tanjungjabung Timur 5 laporan polisi serta 5 orang tersangka dengan 106 hektare. Statusnya P19. Untuk Polres Muarojambi 3 laporan Polisi dengan tersangka 3 orang dengan luas lahan 1,54 hektar. Status 2 sidik dan 1 P19.

Kemudian, Polres Tanjungjabung Barat 2 laporan Polisi dengan 2 orang tersangka luas lahan terbakar 2 hektare. Status tahap 2. Polres Batanghari 9 laporan Polisi dengan 20 tersangka luas lahan 29,5 hektar. Status sidik 8 dan P19 satu orang.

Dilanjutkan, Polres Bungo 1 laporan Polisi 3 tersangka dengan luas lahan terbakar 100 hektare. Status sidik. Polres Sarolangun 1 laporan Polisi dengan 1 tersangka. Untuk luas lahan terbakar 2 hektare dengan satus sidik.

"Untuk tersangka perorangan akan dikenakan Pasal 108 tentang kehutanan, Undang-undang RI nomor 41 tahun 2019 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar," ucap Thein.

Sedangkan, kasus pembakaran hutan oleh perusahaan, terdapat di PT REKI luas lahan 35 hektar di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Muarojambi Jambi. Status lidik.

Untuk PT BEP dengan luas lahan 30 hektar di area Devis 5, Blok E 8, Kumpeh Ilir, Status lidik. PT SMP luas lahan 106 hektar di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh Ilir. Status lidik.

Kemudian, PT ATGA luas lahan 89 hektar di Desa Jatimulya dan Desa Catur Rahaya, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjungjabung Timur. Status lidik. PT PDI luas lahan 15 hektar di Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muarojambi dengan status lidik.

Kabut Asap Akibat Karhutla di Jambi (foto: Okezone/Azhari Sultan) 

Dilanjutkan PT Pesona seluas lahan 15 hektar, di Desa Betung, Kecamatan Kumpeh Ilir, Muarojambi dengan status lirik. PT PHL luas lahan 10 hektar lokasi Desa Londrang, Kecamatan kumpeh, Kabupaten Muarojambi dengan status lidik.

Ditambah lagi, PT ABT luas lahan 140,5 hektar di RT 09, Desa Pemayung, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo status lidik. PT PHK luas lahan 40 hektar di Teluk Reda, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo dengan status lidik

Terakhir, PT SECONA luas lahan 40 hektar di Desa Teluk Reda, Kecamatan Tebo Ilir, Kebapaten Tebo dengan status lidik.

Sementara, dua perusahaan berstatus tersangka yang sudah ditetapkan Polda Jambi, yakni PT MAS luas lahan terbakar 972 hektare di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi.

Dan PT DSSP luas lahan terbakar 45 hektar di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjungjabung Timur.

"Untuk perusahaan, kita masih lidik dab periksa sejumlah manager dan karyawan. Sedangkan untuk yang berstatus tersangka sudah dilakukan pengambilan sample tanah," ujarnya.

Untuk perusahaan akan disangka dengan pasal 98 ayat 1 junto pasal 116 ayat 1 huruf a dan b, undang undang RI nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hudup dan pasal 105 junto pasal 47 ayat 1 undang undang Ri momor 24 tahun 2014 serta denda paling Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini