Cerita Warga Blitar Tentang Kondisi Mengerikan saat Kerusuhan di Wamena Papua

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 03 Oktober 2019 01:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 03 337 2112197 cerita-warga-blitar-tentang-kondisi-mengerikan-saat-kerusuhan-di-wamena-papua-o6yN93KQca.jpg Widodo Pengungsi Kerusuhan Wamena-Papua, Asal Blitar, Jawa Timur Tiba di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang (foto: Okezone/Avirista M)

KOTA MALANG - Seorang pengungsi Wamena asal Blitar, Jawa Timur menceritakan kisah menegangkan yang ia alami beserta keluarganya di Wamena, saat kerusuhan massa pecah.

Pria bernama Widodo ini mengaku saat itu tengah keluar berbelanja bersama sang istri. Nahas saat kembali sekitar pukul 09.00 WIT massa sudah bergerak beringas.

Baca Juga: Setop Pakai Istilah Orang Asli Papua dan Pendatang, Kita Bersaudara! 

"Jadi saya sepanjang pulang belanja api itu sudah di mana - mana, saya cek rumah saya di sana massa itu sudah banyak sekali. Saya berinisiatif untuk ambil langkah cepat karena anak berada di dalam rumah terjebak," cerita Widodo saat ditemui di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Rabu (2/10/2019).

Widodo, Pengungsi Akibat Kerusuhan Wamena Asal Blitar Jawa Timur di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang (foto: Okezone/Avirista M)	 

Pria yang bekerja sebagai sopir ini akhirnya berhasil menyelamatkan seorang anak yang berada di dalam rumah dibantu tetangganya yang merupakan warga asli Papua. Sementara satu anak Widodo ia jemput di sekolahnya.

"Karena kondisi sudah parah saya sekeluarga langsung lari ke Polres Wamena. Di sana sudah banyak orang yang ngungsi," lanjutnya.

Saat lari inilah, ia melihat bagaimana 5 unit ruko yang ia miliki habis dibakar massa. Tak hanya itu, satu unit mobil dan 10 sepeda motor milik Widodo sekeluarga juga ludes dibakar massa yang kian beringas.

Saat ditemui di Lanud Abdul Rachman Saleh, Widodo menuturkan peristiwa yang ia alami merupakan peristiwa paling mencekam selama ia hidup di Wamena sejak tahun 1970.

"Sejak saya tinggal di Wamena tahun 1970-an ini yang paling parah, dulu tidak pernah seperti ini. Saat ini ngeri, banyak pendatang yang dibunuh dan dibakar. Saya lihat sendiri," kisahnya.

Kini Widodo sekeluarga sudah aman berada di Jawa Timur, ia mengaku akan pulang kampung ke Blitar guna menenangkan diri sambil berharap keadaan di Wamena bisa segera pulih.

Baca Juga: Pengungsi Korban Rusuh Wamena Ditempatkan di Asrama Haji Makassar 

Kerusuhan di Wamena, Papua (foto: Ist)

"Mudah - mudahan bisa pulih supaya bisa kembali lagi ke sana (Wamena)," ucap dia.

Widodo sendiri dipulangkan ke Jawa Timur bersama 120 orang pengungsi lainnya. Mereka tiba pada Rabu siang (2/10/2019) di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang dengan menggunakan pesawat hercules C-130 dengan nomor penerbangan A-1305.

Para pengungsi tiba dengan kondisi seadanya, beberapa pakaian mereka tampak lusuh. Barang bawaan yang dibawa pun seadanya yang bisa diselamatkan. Satu per satu pengungsi disalami oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bahkan Khofifah langsung menggendong salah seorang anak dari pengungsi sambil menyalami para pengungsi.

"Jadi sebetulnya sudah 3 hari yang lalu tiap hari ada yang datang. Kita ingin memberikan perlindungan evakuasi kepada terutama warga Jatim, didalam rombingan ini tidak semua warga Jatim, tetapi bahwa mereka siapapun harus mendapatkan perlindungan keamanan," tutur Khofifah.

Para pengungsi tiba dengan kondisi seadanya, beberapa pakaian mereka tampak lusuh. Barang bawaan yang dibawa pun seadanya yang bisa diselamatkan.

Satu per satu pengungsi disalami oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bahkan Khofifah langsung menggendong salah seorang anak dari pengungsi sambil menyalami para pengungsi.

"Jadi sebetulnya sudah 3 hari yang lalu tiap hari ada yang datang. Kita ingin memberikan perlindungan evakuasi kepada terutama warga Jatim, didalam rombingan ini tidak semua warga Jatim, tetapi bahwa mereka siapapun harus mendapatkan perlindungan keamanan," tutur Khofifah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini