nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemilihan Ketua MPR Diharapkan Melalui Musyawarah Mufakat

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 22:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 02 337 2112166 pemilihan-ketua-mpr-diharapkan-melalui-musyawarah-mufakat-VLwDBd4Cdq.jpg Ilustrasi Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta (foto: Okezone)

JAKARTA - Berdasarkan kesepakatan dalam rapat paripurna, pemilihan pimpinan MPR akan digelar pada Kamis 3 Oktober besok. Kini rapat paripurna digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Hingga saat ini, dalam rapat paripurna yang Dipimpin oleh pimpinan sementara MPR Abdul Wahab Dalimunthe belum menemukan titik jelas siapa yang akan mengisi kursi Ketua MPR RI.

Baca Juga: Ini Susunan Fraksi MPR Periode 2019-2024 Minus DPD 

Di siai lain, Partai politik terus melakukan lobi-lobi untuk memutuskan siapa yang pantas menempati kursi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Untuk wakil ketua, semua partai sudah mendapat jatah.

Menanggapi hal tersebut, Direktur ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah mengatakan ini adalah sebuah proses mekanisme yang ada didalam Lembaga MPR sendiri.

"Apa yang terjadi hari ini di sidang pimpinan dewan MPR RI, Ini adalah bagian dari proses mekanisme. Sehingga tidak menemukan titik kejelasan soal siapa yang menjadi pimpinan," kata Iskandarsyah, di Jakarta, Rabu (2/9/2019).

Resmi! 711 Anggota MPR Periode 2019-2024 Dilantik Hari Ini 

Apalagi, kata Iskandar berita hari ini, Surya Paloh memberikan dukungan terhadap Bambang Soesatyo. Terkait pencalonan Bamsoet sebagai ketua MPR, begitu juga dengan Mujani yang menyatakan sikap bahwa, Ketum Gerindra Prabowo Subianto menginginkan Gerindra menjadi pimpinan di MPR.

Menurut Iskandar hal dukung mendung merupakan hal biasa dalam politik. Tapi, ia mengingatkan dalam mekanisme pemilihan Pimpinan MPR mempunyai mekanisme yang berbeda dengan DPR RI. 

"Kalau DPR jelas pimpinan DPR adalah pemenang pertama kursi terbanyak. Sedangkan di MPR sudah berbeda mekanisme pemilihannya, yaitu diutamakan melalui musyawarah mufakat. Apabila deadlock, jalan terakhir adalah voting," tutur Iskandarsyah.

Lebih lanjut, Iskandar melihat ada dinamika dalam pemilihan Calon Ketua MPR ini. Menurutnya, ada elit-elit partai yang kurang cocok dengan nama-nama yang dicalonkan oleh Golkar dan juga Gerindra.

"Kelihatan di nama-nama yang diajukan partai menjadi pimpinan MPR ini ada kurang nyaman yang dirasakan oleh pimpinan partai lain, akhirnya hingga hari ini belum bisa diputuskan siapa yang akan menjabat ketua MPR," ucapnya.

Iskandar menduga, ada yang kurang nyaman dengan lobi-lobi politik yang dilakukan oleh elit partai. Yang terkesan, menjadi berkubu. 

"Saya melihat, dari pengamatan politik saya. Mulai adanya lobi didalam yang membuat beberapa partai tak nyaman. Pernyataan Surya Paloh dan Ahmad Mujani itu menambah panas suhu politik pasca pilpres lalu. Ini seperti terlihat ada kubu 01 02," ujar Iskandarsyah.

Resmi! 711 Anggota MPR Periode 2019-2024 Dilantik Hari Ini 

Menurut Iskandarsyah, perlu dimunculkan nama-nama baru dari kedua belah pihak. Yang bisa diterima di dua kubu tersebut. Terutama tokoh lain di Partai Golkar.

"Oleh karena itu saya memberikan saran supaya ada tokoh/figur lain yang diajukan terutama dari partai Golkar. Apalagi Golkar adalah gudangnya tokoh-tokoh besar nasional," ujarnya.

Baca Juga: Pemilihan Pimpinan MPR Periode 2019-2024 Dilakukan Besok 

Iskandar menyampaikan, Hal ini senada dengan pernyataan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono beberapa waktu lalu. Golkar mempunyai 9 nama yang akan diajukan menjadi ketua MPR. Salah satunya adalah Bambang Soesatyo, Tokoh Senior Partai Golkar Ridwan Hisjam, Agun Gunandjar, Ferdiansyah, Ace Hasan, Kahar Muzakir, Zainudin Amali, dan Melchias Markus Mekeng.

Dari kesembilan nama tersebut, Iskandarsyah menggaris bawahi satu nama. Yaitu Tokoh Senior partai Golkar Ridwan Hisjam, Ia menyebut, bahwa Ridwan Hisjam pengalaman politik dan organisasinya sangat kuat.

"Dan saya yakini beliau cocok, selain ia sudah berpengalaman dan sangat senior di Golkar, pak Ridwan saya yakin bisa menyejukkan suhu panas politik yang ada didalam kubu 01 maupun 02," tutup Iskandarsyah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini