64 Perusahaan Disegel Akibat Karhutla, Ada yang Punya Malaysia & Singapura

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 02 Oktober 2019 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 02 337 2112092 64-perusahaan-disegel-akibat-karhutla-ada-yang-punya-malaysia-singapura-1pVCuxMxIH.jpg Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup Kementerian LHK Jasmin Ragil Utomo (Foto : Okezone.com/Fadel)

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel 64 perusahaan yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Sumatra dan Kalimantan. Di mana 20 di antaranya merupakan perusahaan asal Malaysia dan Singapura.

Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup KLHK, Jasmin Ragil Utomo mengatakan pihaknya akan menjerat perusahaan-perusahaan itu dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ia berharap penindakan itu dapat membuat efek jera.

"Jadi apapun perusahaan asing di Indonesia kita proses dengan hukum yang berlaku di ini dengan UU ini (Nomor 32 Tahun 2009)," kata Jasmin di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (2/10/2019).

Ilustrasi kebakaran hutan

Total lahan yang dibakar akibat karhutla tersebar di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga : Cara Unik Polwan Cantik Dinginkan Demo Buruh

Baca Juga : 4 Perusahaan Asing Tersangka Karhutla, Ganti Rugi yang Baru Dibayar Tak Sampai 1%

Terdiri atas 47 lahan kelapa sawit, 13 hutan alam, tiga hutan tanaman industri (HTI), dan satu lahan restorasi. Total luas lahan yang terbakar mencapai 14.343 hektare.

Ia menyebut pihaknya tak bisa memastikan apakah perusahaan itu akan kembali aktif lagi atau tidak. Sebab kewenangan itu berada di pihak pemerintah daerah. "Jadi harus menempatkan pengawas lingkungan hidup juga. Dan jangan ada pelemahan lagi," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini