Tangis Anggota DPR Pecah di Paripurna Minta MPR Perhatikan Papua

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 02 Oktober 2019 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 02 337 2111974 tangis-anggota-dpr-pecah-di-paripurna-minta-mpr-perhatikan-soal-papua-2sEt59v7ws.jpg Sidang DPR RI (Foto: Okezone/Harits)

JAKARTA - Sidang Paripurna ke-2 MPR RI diwarnai sejumlah interupsi. Salah satunya menyinggung permasalahan yang ada di Papua saat ini.

Interupsi diajukan oleh Anggota DPR dari Fraksi PDIP asal Papua Barat, Jimmy Demanius Ijie. Untuk pertama kalinya, sambil menangis dia meminta agar para anggota tidak sibuk menginterupsi soal pengesahan jadwal sidang paripurna selanjutnya dibandingkan dengan masalah yang ada di Papua.

"Saya melihat kita ini sedang diperlihatkan sandiwara yang tidak lucu. Hanya berebut soal kursi kekuasaan di lembaga ini dan tidak memperlihatkan sense of crisis kita ada persoalan kemanusiaan yang luar biasa terjadi di Papua," kata Jimmy sembari meneteskan air mata di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

"Jangan menangis," timpal pimpinan sidang sementara Abdul Wahab.

DPR RI

Baca Juga: Arsul Sani Jadi Pimpinan MPR Periode 2019-2024 dari PPP

Jimmy kemudian meminta agar lembaga MPR yang biasanya membahas permasalahan bangsa sebaiknya juga fokus menyelesaikan konflik-konflik di Papua

"Kasihan pengungsi-pengungsi itu tidak ada perhatian dari kita. Kami orang Papua tidak pernah bermusuhan dengan saudara-saudara kami," tegasnya.

Agar tak berlarut-larut terjadi perebutan kursi, Jimmy menyarankan agar pemilihan pimpinan MPR segera dilakukan agar segera menyelesaikan masalah-masalah yang ada di daerah.

"Tidak usah tersandera dengan kelompok yang belum ada wakilnya. Siapa suruh mau berlama-lama bermain. Percepat saja ini pimpinan MPR. Kami butuh MPR hadir di Papua selesaikan masalah Papua. Itu lebih penting. Itu saran kami pimpinan," paparnya.

"Kita harap seluruh anggota MPR ini menyumbang untuk pengungsi di Papua. Setuju?," tambahnya.

"Setuju," jawab semua anggota.

"Harus setuju. Kalau tidak mau keluar kantong kalian penipu semua. Terimakasih pimpinan," timpal Jimmy. (edi)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini