nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadiri AICIS, Menkominfo Sebut Pendidikan Islam sebagai Penangkal Hoaks

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 23:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 01 337 2111738 hadiri-aicis-menkominfo-sebut-pendidikan-islam-sebagai-penangkal-hoaks-VSo5rsKcj5.jpg (Foto: Achmad F/Okezone)

JAKARTA – Di tengah perkembangan teknologi uang semakin pesat, pendidikan Islam diharapkan jadi salah satu penangkal hoaks yang banyak beredar. Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara usai Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2019 yang diinisiasi oleh kementerian Agama.

"Saat ini zaman telah berubah. Semua urusan hidup kita sudah ada di ponsel" ucapnya kepada wartawan, Selasa (1/10/2019).

Pertemuan AICIS yang dihadiri para pemikir Islam dari seluruh dunia bertujuan untuk mempermukan para pemangku kepentingan studi Islam. Hasilnya diharapkan jadi barometer perkembangan kajian Islam.

"Sekitar 1.700 sarjana Islamic studies berkumpul di Indonesia. Selama empat hari, pada 1-4 Oktober 2019, mereka akan terlibat dalam rangakaian konferensi," ucapnya.

Rudiantara melanjutkan, di era digital serba cepat, pendidikan Islam harus beradaptasi untuk masuk ke dalam paradigma baru. "Pengajaran saat ini tentu saja tak bisa text book lagi. Generasi saat ini harus didorong kreatif dan selalu bertanya mengapa harus begini dan mengapa tidak begitu" ujarnya.

Foto: Achmad/Okezone

Zaman yang bergerak cepat ini sejatinya merupakan peluang. Indonesia adalah negara besar yang bisnis digitalnya akan melonjak, diperkirakan US$ 130 miliar pada 2020.

"Pendidikan Islam dapat mengambil peran strategis sebagai imunisasi generasi muda dari hoaks, fitnah dan namimah. Populasinya yang besar sangat potensial untuk mengambil peran," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin menambahkan, pertemuan ini memang diarahkan agar sarjana dan akademisi Islam dapat berkontribusi memecahkan masalah dunia.

Kamaruddin menyebutkan bahwa Pendidikan Islam merupakan ekosistem besar. Saat ini terdapat hampir seribu perguruan tinggi Islam, 72 ribu pendidikan dasar-menengah, 30 ribu pesantren, dan 7 juta madrasah takmiliyah. Dari lembaga itu terdapat 10 juta siswa, 4 juta santri, 1 juta guru, 32 ribu dosen, 500 profesor, dan 6.000 doktor.

"Total stakeholder pendidikan islam berjumlah 28 juta, bila sumber daya yang besar ini dikelola dengan baik dan diarahkan untuk berkontribusi positif, maka hasilnya akan luar biasa," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini