nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ganjar Intens Pantau Kondisi Warga Jateng di Wamena Buntut Kerusuhan

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 22:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 01 337 2111705 ganjar-intens-pantau-kondisi-warga-jateng-di-wamena-buntut-kerusuhan-tzXV7BDkMK.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Okezone)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus memantau warganya yang berada di Wamena, Papua. Apalagi, ribuan orang harus mengungsi meninggalkan kota, karena rusuh belum teratasi.

"Hari ini dari Jayapura kontak saya sudah ada dua kelompok termasuk masyarakat yang ada di sana. Dari biro Kesra kami minta per hari ini untuk kontak," kata Ganjar, Selasa (1/10/2019).

Dalam komunikasi itu, disebutkan warga telah mengungsi ke daerah lain yang dinilai aman.

"Tadi, ada orang yang ngasih nomor telefon saya terus komunikasi. Sekarang ada di mana? Kami sedang mengungsi di Jayapura, ada di Sentani. Kita dorong Mesra untuk menghubungi, mendata semuanya, dan saya akan komunikasi dengan gubernurnya (Papua dan Papua Barat)," tuturnya.

Baca Juga: Kisah Dewi yang Selamat dari Konflik Aceh dan Kerusuhan Wamena

Meski demikian, Ganjar mengaku belum mengetahui jumlah warga Jateng di Wamena maupun turut dalam pengungsian. Pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan.

"Belum tahu (jumlahnya), banyak sih. Masyarakat kita (ratusan lebih) di sana. Cuma ada berapa sekarang yang ada di Jayapura atau sedang menyelamatkan diri atau mengungsi sementara belum tahu jumlahnya. Warga sudah diangkut dari Wamena ke Jayapura dengan Hercules TNI AU, jadi sebenarnya di sana sudah aman," ujarnya.

Wamena

Ganjar juga menyatakan tak buru-buru untuk memulangkan warganya, karena masih menunggu informasi pasti dari Papua. Untuk itu, selain menjalin komunikasi dengan warga juga memantau perkembangan situasi dari aparat TNI-Polri.

"Makanya, sekarang kita komunikasikan dengan mereka apa yang diinginkan dan seterusnya. Pemualangan tergantung, nanti begitu komunikasi dengan TNI - Polri memang harus dipulangkan, ya kita pulangkan. Tergantung mereka, jangan-jamgan kita minta pulang malah mereka enggak mau pulang malah keliru lagi," ujarnya.

"Tenang saja, komunikasi dengan aparat penegak hukum ikuti apa aja yang menjadi anjuran aparat penegak hukum. Kami dari Biro Kesra sudah komunikasi di sana, nanti kita lihat hasilnya hari ini. Saya akan komunikasi dengan gubernur di Papua dan Papua Barat," katanya.

Baca Juga: Tiga Kali Tembakan Terdengar di Perbatasan RI-PNG, TNI Siap Siaga

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini