nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simpan Bom Molotov untuk Aksi Mujahid 212, Dosen IPB Jadi Tersangka

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 01 337 2111621 simpan-bom-molotov-untuk-kerusuhan-dosen-ipb-jadi-tersangka-Wo8XbJfIwm.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)

JAKARTA - Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Abdul Basith (AB) ditetapkan sebagai sebagai tersangka, terkait kasus menggerakkan pembuatan bom molotov massal untuk Aksi Mujahid 212, pada Sabtu, 28 September 2019.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, AB diduga berperan merekrut dua anggota yang berinisial OS, dan S.

"AB ditetapkan sebagai tersangka. AB ini merekrut 2 orang atas nama S dan OS," kata Dedi, Selasa (1/10/2019).

 Baca juga: Peran Dosen IPB Menyimpan 28 Bom Molotov untuk Aksi Mujahid 212

Dedi pun menjelaskan peran masing-masing tersangka. Untuk S berperan mencari orang yang memiliki kemampuan untuk membuat bom, dan OS berperan sebagai penerima dana. Dana tersebut digunakan oleh eksekutor-eksekutor yang digunakan untuk melakukan provokasi dan kerusuhan pada Aksi Mujahid 212 yang digelar di Jakarta.

Lalu, sambung Dedi, tersangka S, merekrut empat orang yang belakangan sudah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka adalah JAF, Al, AD dan SAM.

"Mereka ini memilili kualifikasi membuat bom sekaligus merangkap sebagai eksekutor," katanya.

 Baca juga: Ditangkap Polisi, Sony Santoso Pernah Jadi Caleg hingga Tugas di Kemenko Polhukam

Sedangkan OS, juga merektut tiga orang atas nama YF, ALI, FEB, yang juga sudah menjadi tersangka. Untuk FEB, polisi sedang mendalami identitas dan perannya.

"Dia menerima perintah dapat uang untuk operasional di lapangan selaligus membeli bahan-bahan yang digunakan untuk bisa merakit bom molotov, untuk melakukan aksi kerusuhan," tutur Dedi.

Sementara tersangka SS, polisi menyerahkan sepenuhnya kepada Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). SS merupakan purnawirawan TNI yang diduga turut berupaya menciptakan kerusuhan.

"Diduga untuk menggagalkan proses pelantikan anggota dewan hari ini," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini